Ribuan Warga Padati Lapangan Gemiring, “Kudus Rindu Habib Syekh…”

Ribuan Warga Padati Lapangan Gemiring, “Kudus Rindu Habib Syekh…”

315171-meme-you-had-one-jobJepara, Gemiring – isknews.com  – Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf  adalah sosok kharismatis yang paling di tunggu-tunggu  oleh para jamaah shalawat yang hadir di  acara yang masih menjadi satu rangkaian Roadshow peringatan satu abad Qudsiyyah Kudus. Habib Syech mampu menyedot perhatian puluhan ribu warga saat memimpin pengajian dan selawat, di lapangan sepak bola Desa Gemiring Kidul, Kecamatan Nalumsari, Jepara, Kamis (14/7/2016) malam.

Acara yang di helat oleh Madrasah Qudsiyyah Kudus ini bertajuk “Jepara Bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf -meneladani Dakwah KHR Asnawi Dan Halal-Bihalal IKAQ”, memang tidak digelar di kota Kudus tempat madrasah ini berada, namun dalam peringatan memperingati seabad berdirinya madrasah tersebut, untuk menghadirkan “sang Habib”, panitia lebih memilih lokasi di wilayah Kabupaten Jepara yang lokasinya hampir berbatasan dengan Kabupaten Jepara, kurang begitu jelas alasan mengapa panitia meilih lokasi di Jepara, sedangkan santri dan alumninya sebagian besar adalah warga Kudus.

BACA JUGA :  SMM Berbagi Santunan ke Yayasan Yatim Darul Muntamah Dawe

“Kami Rindu Habis Syeh Hadir di Kudus” begitu tulisan pada poster-poster yang dibentangkan oleh warga yang menghadiri hajat yang dihadiri ribuan masa hingga menyemut semalam, “poster-poster ini sengaja kami bentangkan sebagai bentuk kerinduan kami kepada habib,  agar Habib Syekh bersedia hadir dan memimpin shalawat di Kudus,” kata salah seorang remaja yang membentangkan poster tersebut.

Berawal dari Pendidikan dari guru besarnya sekaligus Ayahanda, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mendalami Ilmu agama berlanjut ke paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf yang datang dari Hadramaut. Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mensyiarkan sekaligus mengumandangkan Sholawat Nabi yang berawal di kota Solo. Dengan penuh keyakinan dan niat lillahi ta’ala, perkembangan syi’ar sholawat beliau sampai saat ini semakin pesat. Namun

Meski berdakwah dalam kondisi yang serba “pas-pasan”, tidak jarang Sang Habib pun tetap mengusahakan membawa nasi bungkus, untuk dibagi-bagikan kepada jamaahnya di pelosok-pelosok kampung. Taklimnya saat awal-awal adalah dari kampung ke kampung di seputaran Solo dan Jawa Tengah, serta terkadang juga diselenggarakan di daerah Kebagusan. Kini dakwah Sang Habib tidak hanya bisa dinikmati oleh segelintir penduduk kampung saja, tapi sudah meluas ke berbagai daerah di tanah air dan bahkan di luar negeri.

BACA JUGA :  Wow Luar Biasa Lomba Mancing berhadiah Motor

Syi’ir Jawa, Sholawat Khas Sang Habib Yang “Menyihir”, Selain mencipta sendiri, Habib Syekh juga membawakan (mempopulerkan) kembali qashidah lama yang dikemas sedemikian rupa iramanya sehingga barang “lama”(tradisional) itupun seakan menjadi “baru” dan lebih indah di dengar, termasuk  Sholawat Syiir Jawa “Padang Bulan”.

Acara yang merupakan serangkaian Roadshow  yang digelar semalam benar-benar meriah. Lapangan sepak bola yang dijadikan lokasi pengajian pun tak mampu menampung banyaknya jemaah yang hadir. Mereka tak hanya dari kalangan orang tua saja, tetapi juga banyak dari kalangan pemuda dan anak-anak.

Sebagian di antara mereka juga ada yang membawa bendera dan dikibar-kibarkan, baik yang bertuliskan selawat, pecinta Habib Syech, lambang Ormas, bahkan bendera merah putih, serta lainnya yang membuat acara semakin meriah dan semarak. Nada selawat terus mereka lantunkan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW

BACA JUGA :  Kementerian Ketenaga Kerjaan Hadir Jalan Sehat HUT KSPSI Ke 43

Salah satu panitia kegiatan, M Zamroni mengatakan, kegiatan ini masih merupakan rangkaian dari peringatan satu abad Qudsiyyah dengan tema membumikan Gusjigang untuk kemandirian Bangsa. Pihaknya mengaku senang dengan antusiasme jamaah yang hadir pada pengajian dan selawat tersebut. “Ini merupakan hasil dari kerja sama dengan pihak-pihak terkait sehingga pengajian dan  selawat dalam rangka peringatan 1 abad Qudsiyyah di Jepara ini berjalan lancar,” ucapnya.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Pendidikan Qudsiyyah, KH Em Nadjib Hasan mengatakan, dengan telah sampainya usia yang ke-100 ini diharapkan Qudsiyyah menjadi semakin maju dan berkembang pesat. Apalagi dengan usia yang sudah cukup tua, eksistensi Qudsiyyah semakin tinggi dengan semakin banyaknya alumni yang berhasil menjadi sosok yang mampu bermanfaat di lingkungan masing-masing. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post