River Tubing X-Jurang Kebanjiran Reservasi, Meski Belum Beroperasi

oleh

Kudus, isknews.com – River Tubing merupakan destinasi wisata pemicu adrenalin yang berada di Desa Jurang Kecamatan Gebog. Meskipun belum beroperasi, sebagian masyarakat telah memesan jauh-jauh hari.

River Tubing X-Jurang, merupakan kegiatan meluncur bebas di atas permukaan sungai yang berarus ringan dengan menggunakan ban dalam mobil tronton dengan di balut tali. Hal tersebut menjadikan pengalaman rafting di sungai ini begitu mengesankan.

Untuk mencoba permainan ini, Harus terlebih dahulu reservasi atau melakukan pemesanan sebagai syarat untuk berwisata di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gelis yang jauhnya sekitar empat kilometer. Hal ini terkait waktu pelaksanaan operasional yang hanya dua hari dalam satu pekan, serta diperlukan pembagian dalam beberapa sesi.

TRENDING :  Dramatis, Gol Tunggal Rendi Antar PSG ke Semifinal

“Belum beroperasinya dikarenakan debit air masih kecil, jika dipaksa pun ban tak akan mampu melintas,” tutur Pengelola home base dari river tubing X-Jurang, Rudi Setyawan (38),

Dikatakan Rudi, Pihaknya telah beberapa kali dihubungi orang atau kelompok yang hendak berwisata rafting di desa rintisan wisata ini. “Beberapa hari lalu tidak sedikit yang hendak melakukan reservasi, namun kita belum bisa mewujudkan permintaannya karena beberapa kondisi,” ujarnya belum lama ini.

TRENDING :  Hari Pertama Masuk Kerja, Para ASN Lakukan Halalbihalal

“Kegiatan river tubing, sangat bergantung pada alam. Kegiatan meluncur bebas di atas permukaan sungai yang berarus dengan menggunakan ban dalam mobil tersebut sangatlah bergantung pada alam,”jelasnya.

Nampak bebatuan berbagai ukuran, baik kecil maupun besar terlihat di sekitar aliran Sungai Gelis ini. Meski saat ini sudah memasuki musim penghujan, namun air yang mengalir belum cukup deras, hanya berkedalaman sekitar 40 centimeter. Kegiatan wisata river tubing memang tak beroperasi sejak bulan Juni, kondisi tersebutlah yang terjadi.

TRENDING :  Omzet Dhandhangan Naik Dibanding Tahun Lalu

Sementara itu, Wahyul Huda, Ketua Karang Taruna Gelora Mahardika yang mengelola kegiatan ini menambahkan bahwa untuk melaksanakan kegiatan rafting memang butuh debit air yang cukup besar.

“Kami sebelumnya telah memberi beberapa garis di bebatuan sebagai tanda. Jika tinggi air segaris dengan tanda paling bawah, maka kegiatan rafting bisa lakukan,” tuturnya.

Huda juga menambahkan, diharapkan satu bulan lagi river tubing bisa dilaksanakan jika melihat kondisi di mana intensitas turunnya hujan mulai stabil. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :