Rp 23 Miliar Digelontor Untuk Percantik Tempat Jualan PKL di Kawasan Wisata Colo

Rp 23 Miliar Digelontor Untuk Percantik Tempat Jualan PKL di Kawasan Wisata Colo

Kudus, ISKNEWS.COM – Pemkab Kudus melalui Dinas Perdagangan melakukan penataan tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL), di kawasan wisata religi Sunan Muria, Colo, Kecamatan Dawe. Para PKL yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan dan area terminal wisata setempat, bakal segera memiliki tempat baru dengan bangunan dua lantai yang lebih megah.

Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti melalui Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Andi Imam Santosa mengatakan, pembangunan tempat PKL Colo dianggarkan sebesar Rp 21,3 miliar. Dengan target pembangunan selesai dalam waktu 160 hari kerja.

“Desember tahun ini bangunan fisik ditarget selesai dikerjakan dan awal tahun depan sudah bisa ditempati. Semoga saja sesuai target,” ujar Andi saat ditemui ISKNEWS.COM, Rabu (12/07/2017).

TRENDING :  Indahnya Air Terjun Rahtawu

Pihaknya optimistis dengan adanya bangunan baru tersebut dapat semakin menambah daya tarik wisatawan yang datang. Sebab, selain lebih megah, kebersihannya juga terjamin. “Lebih tertata karena berada dalam kios, tidak seperti saat ini di pinggir jalan,” tuturnya.

Proyek yang diklaim sangat dinantikan para pedagang ini bakal digarap PT Kokoh Prima Perkasa yang beralamatkan di Golantepus, Kecamatan Mejobo. Andi berharap, pemenang proyek dapat mengerjakan tepat waktu, sehingga para pedagang dapat segera menikmati gedung baru tempat berjualan.

TRENDING :  Kios Baru Pedagang Lentog Belum Bisa Dioperasikan

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 120 pedagang yang berada di dalam area terminal wisata Colo direlokasi untuk sementara waktu. Hal itu dikarenakan akan dimulainya pembangunan kios pedagang di kawasan wisata religi Sunan Muria.

Relokasi pedagang dilakukan mulai Senin (10/07/2017). Para pedagang dengan kesadaran masing-masing membongkar kios mereka. Agar tetap bisa berjualan, berdasarkan kesepakatan pada pertemuan yang dilakukan pada Jumat, 07 Juli 2017 lalu, disepakati akan di tempatkan di pinggir jalan yang dilalui para peziarah.

TRENDING :  Tanamkan Nilai Patriotisme, 23 Pemuda Beradu Kecerdasan Pada Pemilihan Duta Bahasa

Para pedagang juga sudah sepakat dan dibuktikan dengan menandatangani surat pernyataan setuju direlokasi sementara selama pembangunan berlangsung. Salah satu dari kesepakatan adalah pedagang diizinkan membuat kios sementara di pinggir jalan yang dilalui peziarah berukuran 2×2 meter.

Pedagang diizinkan membuat kios dengan syarat tidak boleh permanen. Karena hanya akan ditempati selama 5-6 bulan saja, selama pembangunan dilaksanakan. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Comments are closed.