Rp. 900 juta Disiapkan Untuk Rusunawa

Rp. 900 juta Disiapkan Untuk Rusunawa

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Anggaran Rp. 900 juta bakal digelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten Blora untuk kebutuhan pendukung Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cepu pada tahun 2017 ini. Meski belum ada serah terima dari Pemerintah Pusat Kepada Pemerintah Daerah (Pemda).

“Pemkab menganggaggarkan Rp. 900 juta,” kata Suharyono, Kabid Perumahan Dinas Dinas Perumahan, Pemukiman dan Perhubungan Blora, Selasa (14/2/2017). Anggaran tersebut, bakal digunkan untuk melakukan perbaikan lingkungan sekitar Rusunawa. Diantaranya, Pavingisasi jalan dan lingkungan, Perbaikan jalan masuk, dan pagar.

“Termasuk didalamnya nanti juga digunakan untuk melakukan pembayaran listrik dan air,” jelasnya. Karena, lanjut dia, untuk uang sewa yang masuk dari warga langsung masuk ke Kas Daerah (Kasda). “Jadi Pemkab tetap menganggarkan setiap tahunnya,” terang Suharyono.

Lebih lanjut Suharyono menjelaskan, Rusunawa di seluruh Indonesia dari program Kementrian terkait memang belum diserahkan kepada Kabupaten. Akan tetapi, kementrian telah mengirimkan surat perintah kepada masing-masing wilayah untuk segera ditempati dan melakukan pengelolaan. “Karena mengingat sekian lama belum ditempati. Sayangkan kalau rusak,” ungkapnya.

Sementara ini, terdapat 52 orang pendaftar yang telah terverifikasi dan telah melakukan penandatanganan kontrak. “Seperti yang telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbub),” ujarnya. Untuk pengelolaannya, tambah Suharyono, langsung dibawah tanggung jawab Kepala Bidang Perumahan.

Pantauan di lapangan, tampak beberpa warga dilokasi tengah beraktivitas membersihkan ruangan.
Sunarko, Staf Dinas Perumahan, Pemukiman dan Perhubungan Blora yang bertugas di Rusunawa Cepu, menjelaskan, Untuk hari ini , selasa (14/2/2017), baru 22 warga yang mengambil kunci.
Menurutnya, warga hari ini mulai membersihkan ruangan sebelum mereka menempatinya. Bahkan ada yang sudah membawa barang-barang kebutuhan rumah tangga. “Belum semua menempati. Mungkin mereka harus mencari hari baik dulu,” ungkapnya.

Pihaknya menjelaskan, bahwa peruntukan Rusun tersebut hanya untuk rumah tangga dan bukan sebagai tempat usaha maupun perkantoran. “Misalkan digunakan untuk usaha mebel, otomatis warga akan merasa terganggu dan bising. Jadi ya tidak boleh,” terangnya. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
BACA JUGA :  Didatangi Polisi, Pengunjung Café Karaoke Kalangkabut

Share This Post