Rumah Joglo Brojonalan, Sederhana Namun Tetap Klasik dan Cantik

oleh
Foto: Bagian depan rumah Joglo Brojonalan, di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Senin (02-04-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Joglo atau rumah adat masyarakat Jawa Tengah ini, ternyata memiliki banyak type. Salah satu yang banyak digunakan adalah type Kori Brojonalan. Rumah Joglo type ini, dahulu digunakan sebagai rumah niaga atau perdagangan.

Pergeseran waktu, Joglo Kori Brojonalan kini digunakan sebagai tempat tinggal. Seperti Joglo Kori Brojonalan milik Raden Edy Kurniawan, warga Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Edy sapaan karibnya, mengungkapkan jika rumah tersebut bekas Industri Tenun yang terkenal pada era Niti Soemito. Namun, dengan adanya pergeseran zaman, rumah tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai tempat tinggal.

Jika dilihat secara sekilas, tidak ada perbedaan spesifik antara rumah Edy dengan rumah Joglo Pencu Khas Kudus. Kesan yang tercipta dari rumah Joglo ini lebih sederhana, namun tetap klasik dan cantik. “Perbedaannya dari Joglo Pencu khas Kudus terlihat dari bagian depan rumah. Kalau Joglo Pencu terdapat Lawang Seregan (pintu geser -red), ukiran dan ornamen yang begitu kental di bagian pintu. Kalau Kori Brojonalan tidak menggunakan ukiran pada bagian depannya,” tutur Edy, Senin (02-04-2018).

TRENDING :  Jalan Kudus-Purwodadi Masih Terendam Banjir
Foto: Bagian ruang tamu rumah Joglo Brojonalan, di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Senin (02-04-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Selanjutnya, ke bagian jogo satu atau ruang tamu. Pada rumah Joglo Pencu, di bagian ruang tamu terdapat sebuah soko tunggal (penyangga tunggal -red) sebagai simbol dari Tuhan Yang Maha Esa. Namun untuk Kori Brojonalan menggunakan dua buah planggangan (tiang penghubung dan penyangga antara dinding depan dengan dinding ruang keluarga -red) yang ada di sisi kanan dan kiri ruangan. Planggangan ini berfungsi sebagai penguat dan penyangga ruang tamu.

Planggangan ini dimaknai sebagai sebuah hubungan antara penjual dengan pembeli. Planggangan kanan mencerminkan hubungan yang baik, dan sebaliknya. Selain itu, undakan atau tangga pada pintu penghubung ruang tamu dengan ruang keluarga lebih rendah dibandingkan undakan di Joglo Pencu.

TRENDING :  Sejumlah Santri Diedukasi Wawasan Kebangsaan, Cinta Tanah Air dan Bela Negara

Di dalam ruang keluarga atau Gendogan terdapat empat buah pilar (soko papat -red) yang bermakna sebagai simbol empat sifat manusia yakni amarah, lawwamah, shofiyah dan mutmainnah. Di ujung soko papat tersebut adalah tumpang atau langit-langit. Tumpang dalam rumah Joglo terdapat tujuh tingkat, yang mencerminkan sab langit.

Pada rumah Joglo Pencu, bagian tumpang dihiasi dengan berbagai ukiran yang indah dan kenal. Selain itu, yang menjadi sebuah ciri tumpang Joglo Pencu adalah buah nanas di bagian tengah, yang mencerminkan ke-Esaan Tuhan. Pemandangan berbeda terlihat dari tumpang Joglo Kori Brojonalan yang diisi ukiran sederhana.

Foto: Tumpang rumah Joglo Brojonalan, di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Senin (02-04-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Untuk pawon atau dapur dan kamar mandi antara Joglo Pencu dengan Kori Brojonalan tidak memiliki perbedaan. Kamar mandi tetap diletakkan di luar bangunan rumah. “Mengapa rumah Joglo kamar mandinya terletak di luar bangunan rumah? Karena orang zaman dahulu berprinsip jika kamar mandi itu najis atau kotor dan rumah itu bersih. Sehingga keduanya harus dipisahkan,” ungkap Edy.

TRENDING :  Pemkab Kudus Siapkan Rp 32,2 Miliar Untuk THR ASN

Pada isknews.com, Edy mengatakan, jika pembuatan rumah Joglo Kori Brojonalan miliknya tersebut terinspirasi dari rumah kediaman Sunan Kalijaga yang ada di Demak. Menurutnya, rumah tersebut nampak begitu sederhana namun tidak lepas dari kesan klasik dan indah. “Rumah ini bergaya Jawa-Belanda. Ornamen Jawa yang cantik dan klasik berpadu dengan pintu dan jendela yang lebar, membuat rumah ini nampak begitu sederhana. Karena keindahan juga bisa dihasilkan dari sesuatu yang sederhana.” pungkasnya. (NNC/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :