Rusak Akibat Sering Terendam Banjir Jalan Poros Jati Wetan Akan Dicor

Rusak Akibat Sering Terendam Banjir Jalan Poros Jati Wetan Akan Dicor

Kudus, isknews.com – Jalan desa sepanjang sekitar 900 meter, di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, meskipun hanya selebar 3 meter, namun keberadaanya sangat vital. Pasalnya jalan itu berfungsi sebagai poros penghubung antara Dukuh Sengkuyung, di sebelah timur Kantor Balai Desa Jati Wetan dengan Dukuh Gendok, di ujung paling selatan wilayah Desa Jati Wetan. Namun jalan itu kini kondisinya rusak parah, akibat terus-menerus terendam banjir saat musim hujan.

Kepala Desa Jati Wetan, Suyitno, yang dihubungi isknews.com, Senin (27/2), membenarkan hal itu. Menurut dia, kerusakan jalan desa yang dipisahkan oleh jalan lingkar itu, diperkirakan sudah berlangsung selama puluhan tahun, bahkan sejak dirinya menjabat sebagai Kades yang sekarang ini memasuki periode kedua. Memang sudah pernah dilakukan perbaikan pada beberapa tahun yang lalu dengan pengecoran, namun hanya sekitar 300 meter, itupun di Dukuh Sengkuyung, sedangkan jalan ke arah selatan, sampai di ujung jalan lingkar Dukuh Gendok, masih berupa tanah. “Jalan di bagian itu sudah tidak layak dilewati, malah semakin lama kondisinya semakin rusak, karena sering terendam banjir, saat musim hujan.”

TRENDING :  Musthofa:"Tak mau ada Pengguna Jalan Kaget saat Masuk Kudus"

Melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Jati, ungkapnya lanjut, jalan di atas diajukan untuk perbaikan dengan dicor beton, besarnya anggaran yang diusulkan sebesar Rp 1 milyar, pelaksanaannya secara bertahap. “Usulan itu sudah disetujui. Pada TA 2017 ini, pengecoran jalan tersebut akan dimulai,” jelas Kades Jati Wetan itu.

TRENDING :  44 Persen Jalan Kabupaten Rusak

Dia menambahkan, perbaikan jalan itu sudah lama menjadi dambaan, khususnya warga Dukuh Sengkuyung. Di sepanjang jalan yang melintasi dukuh itu, di kedua sisi, berdiri puluhan rumah penduduk yang dihuni sekitar 50 Kepala Keluarga (KK), terbagi atas wilayah RT-07/RW-03 dan RT-09/RW-02. “Semula jumlah warga yang mendirikan rumah di situ hanya belasan, tetapi semakin tahun semakin bertambah. Karena itu perbaikan jalan itu sangat penting dan mendesak, sebagai kebutuhan utama warga yang berdomisili di wilayah itu.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*