Sahidnya Santri Sarang Asal Kudus

Sahidnya Santri Sarang Asal Kudus

isknews.com – Derasnya hujan mengiringi pemakaman Adib Rofiudin (19) bin Nur Said, santri pondok pesantren Al Anwar Sarang Rembang asal Cendono Dawe Kudus yang Kamis (5/1) kemarin meninggal hanyut di embung (waduk kecil-red) Lodan Sedan Rembang.

Para tetangga, tokoh masyarakat, beberapa teman satu angkatan IKSAB TBS 2016, santri PP. Al Anwar Sarang Rembang, alumni sarang Kesanku (Keluarga Santri Sarang Kudus) dan guru madrasah TBS Kudus turut memberikan penghormatan terakhir saat pemakaman Adib alumni MTs Miftahul Falah dan MA TBS Kudus angkatan 2016 pada Jumat (6/1) meski kondisi hujan deras.

“Insya Allah Syahid” kata Zainuddin alumni Sarang yang masih punya hubungan kerabat dengan almarhum saat mengikuti pemakaman. Menurutnya Adib meninggal dengan predikat mati syahid akhirat karena masih dalam masa-masa thalabul ilmi (belajar ilmu agama) di pondok dan meninggal karena tenggelam. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa mati syahid ada tiga macam, Syahid Dunia Akhirat, Syahid Dunia dan Syahid Akhirat.

BACA JUGA :  ​Kunjungi Kudus Extention Mall, Komisi B DPRD Kudus Kecele Tak Ditemui Manajemen

Syahid Dunia Akhirat ialah orang yang meninggal dalam peperangan, menurut hukum dunia tidak boleh dimandikan dan dishalatkan sedang menurut hukum akhirat, baginya memperoleh pahala istimewa dengan menggapai derajat kesempurnaan mati syahid.

Syahid Dunia menurut kalangan syafi’iyyah ialah orang yang meninggal dalam memerangi orang-orang kafir namun dirinya terbuai dengan menginginkan harta rampasan atau ada kebanggaan, riya’ dan sejenisnya dalam dirinya. Baginya saat meninggalnya tidak boleh dimandikan dan dishalati namun diakhirat dia tidak mendapat pahala atas kesyahidannya.

Syahid Akhirat seperti orang yang meninggal teraniaya tanpa adanya peperangan, mati akibat sakit perut, wabah penyakit, tenggelam, berkelana, mencari ilmu, dimabuk cinta, tercerai, berada di daerah musuh dan sebagainya

BACA JUGA :  Kembangkan Kasus Perampokan, Polisi Cari Tiga Buronan

Dalam keterangan Siaran pers yang diterima isknews.com, Bahwa Meninggalnya Adib bermula saat ia dan sebelas temannya yang didampingi para asatidz pergi ke Sedan untuk menjenguk salah satu ustadz yang sedang sakit. Di tengah perjalanan pulang mereka mampir ke embung Lodan. Sampai di embung, Adib dan satu orang dari mereka turun berenang, yang kemudian disusul oleh keempat temannya. Saat sedang asik mandi tanpa sadar salah satu dari mereka yaitu Adib tiba-tiba menghilang. Sadar akan hal itu, teman-temannya berusaha mencarinya dengan menyelam ke dalam air, sedangkan yang lainnya berusaha meminta bantuan kepada penduduk sekitar. Namun keberadaannya tidak dapat ditemukan. Beberapa saat kemudian tim SAR sampai di tempat kejadian, dan akhirnya bisa ditemukan dalam kondisi tak tertolong lagi.

BACA JUGA :  Nekad Terobos Banjir Puluhan Sepeda Motor Mogok

Salah satu penyelam Tim SAR yang menemukan jasad korban menduga, korban meninggal akibat kehabisan nafas saat berenang. Menurut pernyataan resmi dari pihak kepolisian yang didampingi Kapolsek Sarang, Tim medis Puskesmas Sarang, Tim SAR, Bapak Camat, dan pengurus pondok pesantren Al-Anwar, insiden ini murni kecelakaan.

Segenap keluarga besar Pondok Pesantren Al-Anwar, Madrasah TBS Kudus mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya dengan iringan doa semoga almarhum diberi khusnul khotimah, dan keluarga diberikan kesabaran, ketabahan, serta pahala yang berlimpah dalam menghadapi ujian ini. (AS)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post