Salah Kaprah Arti Idul Fitri Bukan Kembali Suci Tapi Kembali Berbuka

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Banyak ulama yang salah kaprah mengartikan Idul Fitri. Hal ini sangat berbahaya. Sebab, jika salah mengartikan, otomatis salah memahaminya.
Hal itu diungkapkan Subchan, khotibSholat Idul Fitri di Lapangan Desa Pasuruhan Lor.

Menurutnya, selama ini banyak ulama yang selalu mengartikan Idul Fitri adalah kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Hal itu jelas salah. Karena artinya dari Idul Fitri bukan itu, melainkan kembali berbuka. Artinya kembali kepada keadaan sebelum Ramadan.

TRENDING :  Pertama Kalinya, Tim Hisab dan Rukyat Kudus Melihat Hilal dari Atas Gedung UMK

Hal itu seperti dalam salah satu hadistRosulullah, ada dua kenikmatan orang yang berpuasa. Pertama adalah ketika berbuka, dan kedua adalah ketika bertemu dengan Allah SWT. “Di sinilah, salah satu kenikmatan kita. Idul fitri adalah saatnya kita kembali berbuka. Bukan kembali suci seperti bati yang baru lahir,” tegasnya.

TRENDING :  Bupati Kudus Dari Masa Ke Masa

Selain mengartikan Idul Fitri, banyak juga yang mengatakan, puasa Ramadan bisa menghapus dosa. Yang dimaksud dosa disini adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar, tetap harus bertobat dengan dengan sungguh-sungguh. Tidak otomatis terhapus hanya dengan berpuasa Ramadan. “Untuk soal dosa ini, Allah-lah yang lebih meengetahui. Kita hanya bisa berdoa semoga dosa-dosa kita diampuni,” jelasnya.

TRENDING :  KPU Tetapkan DPS Hasil Perbaikan Untuk Pilleg 2019 di Kudus Sebanyak 623.429 Pemilih

Subchan juga menjelaskan karakter orang yang muttaqien. Ada empat karakter. Pertama berakhlaq baik. Kedua dermawan. Ketiga orang yangmmenjauhi larangan-Nya. Keempat, jujur, mampu mengatakan apa adanya kepada atasannya. “Dengan keempat karakter ini, jaminan surga dari Allah itu pasti,” ucapnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :