Salah Kaprah Wilayah Dukuh Kencing

oleh

Kudus, isknews.com – Dukuh Kencing Jati Kulon Kecamatan Jati Kudus adalah sebuah Dukuh yang secara geografis berada di sebelah selatan wilayah Desa Jati Kulon.
Konon Desa Jati Kulon dan Desa Jati Wetan dahulu adalah satu kesatuan desa yang bernama Jati.

Dengan bergulirnya waktu dan makin meningkatnya pertumbuhan penduduk di Desa Jati yang sangat tinggi. Sehingga pada tahun 1911 Desa itu dibagi menjadi dua desa yaitu Desa Jati Kulon dan Desa Jati Wetan.
Selama ini asumsi yang beredar dimasyarakat bahwa batas Desa Jati Kulon dan Jati Wetan adalah jalan raya Kudus-Semarang atau Jalan R. Agil Kudumadya.

TRENDING :  Rebus Daging Kurban Dan Ditinggal Pulang 13 Kios Di Pasar Piji Hangus Terbakar

Pada kenyataanya bukan itu batas kedua desa tersebut, pembatasan kedua desa itu adalah ditandai adanya sungai kecil yang merupakan anakan di sebelah timur aliran Sungai gelis.

” Wilayah timur dari sungai kecil itu masuk ke Desa Jati Wetan dan wilayah barat dari sungai kecil itu masuk ke wilayah Desa Jati Kulon” terang Kepala Desa Jati Kulon, Sugeng saat ditemui media ini di kantor Balai Desa, Jumat (12/1/18).

TRENDING :  Bupati-Kapolres Teken MoU Pengawasan Dana Desa

Secara administratif dukuh kencing masuk kedalam wilayah Desa Jati Kulon, namun banyak orang yang mengira bahwa Dukuh Kencing masuk ke dalam Desa Jati Wetan.
Padahal dukuh tersebut masuk ke dalam wilayah Desa Jati Kulon yaitu RT 5 RW 4.

TRENDING :  "Pers Berkualitas, Masyarakat Makin Cerdas"  Jadi Tema Orientasi Jurnalistik PWI Kudus

“Dukuh kencing yang dalam Bahasa Indonesia berarti air urin, awalnya bernama dukuh kenceng yang berarti kencang atau erat,” jelas Sugeng.
Hal ini dikarenakan arus aliran Sungai Gelis yang begitu deras dan cepat.
“Kemudian diplesetkan menjadi kata kencing yang kini dikenal oleh masyarakat hingga saat ini,” pungkas Sugeng. (NNC)

KOMENTAR SEDULUR ISK :