Sampah Bambu Sumbat Lubang Jembatan Sungai Piji

oleh
Puluhan orang membersihkan sampah yang menyumbat lubang jembatan Sungai Piji. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus bersama dengan beberapa instansi dan masyarakat Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo melakukan pembersihan sampah di jembatan Sungai Piji yang berada di Jalan Kudus-Pati, Rabu (14-02-2018).

Pembersihan itu dilakukan lantaran jembatan yang memiliki penopang dengan lima lubang tersumbat. Dari lima lubang yang ada hanya satu yang berfungsi, sedangkan empat lainnya tersumbat berbagai sampah. Salah satunya sampah bambu yang paling mendominasi.

Kepala BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, jembatan di Sungai Piji merupakan peninggalan zaman Belanda yang memiliki kontruksi dengan penopang banyak lubang. Tidak hanya disitu saja, di lain tempat juga banyak yang seperti itu.

TRENDING :  ASN Rembang Santuni 2080 Anak Yatim di HUT Kabupaten Rembang ke 276

Dengan banyaknya lubang yang ada dan berukuran tidak terlalu besar membuat sampah mudah tersangkut. Seperti di Sungai Piji ini banyak yang tersangkut, terutama sampah bambu. Ini sama dengan yang ada di Sungai Logung yang beberapa waktu lalu kita bersihkan,” ujarnya.

Dijelaskan, di Sungai Piji tiga lubang jembatan tersumbat sampah bamboo. Sedangkan satu lainnya mengalami sedimentasi lumpur yang sangat luar biasa, sehingga tidak berfungsi sama sekali.

”Tiga lubang masih berfungsi ketika debit air meningkat meskipun tidak optimal, namun satu lubang yang ada di paling barat sama sekali tidak berfungsi,” ungkapnya.

Bergas menuturkan, untuk mengatasi hal itu dan kembali mengoptimalkan fungsi sungai dilakukan pembersihan. Pembersihan tiga lubang yang tertutup mayoritas sampah bambu dilakukan dengan cara manual dan bantuan pengerek.

TRENDING :  Diduga Depresi, Perempuan Warga Desa Samirejo Ini Terjun Ke Sumur

Sementara untuk satu lubang di paling barat yang terjadi sedimentasi parah dilakukan dengan bantuan pompa. Petugas melakukan penyemprotan ke lumpur sedimentasi yang sudah mengeras.

”Pembersihan mulai pukul 08.00 WIB selesai pukul 12.00 WIB. Empat lubang sudah bersih dan berfungsi normal. Hanya satu lubang yang paling barat yang masih belum dapat diatasi karena sedimentasi terlalu parah dan waktu sudah siang,” tambahnya.

Hanya saja, imbuh Bergas, pihaknya telah menyiapkan skema  dengan membuat jalur di lubang paling barat. Jalur itu akan berguna jika terjadi peningkatan debit, lama kelamaan akan menggerus sedimentasi sehingga dalam jangka panjang dapat membuat lumpur bersih dengan sendirinya.

TRENDING :  Sawah Petani Hadiwarno Terancam Tak Teraliri Air

Bergas mengimbau kepada masyarakat agar aktif melakukan perawatan dan pembersihan bambu yang tumbuh di sepanjang tanggul Sungai Piji. Sebab bambu terbukti menjadi penyumbat lubang karena terseret arus saat ada peningkatan debit air dari atas.

Menurutnya bambu sama sekali tidak menguatkan tanggul. Justru sebaliknya karena akar bambu justru membuat tanggul menjadi terbuka pori-pori tanah. ”Sehingga ketika ada hujan turun air masuk dan membuat tanggul mengalami longsor,” pungkasnya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :