Sampai Juli 2017, DKK Kudus Temukan 45 Penderita Baru HIV/AIDS

Sampai Juli 2017, DKK Kudus Temukan 45 Penderita Baru HIV/AIDS

Kudus, isknews.com – Terhitung sejak Januari hingga Juli 2017, tim mobile vicity Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menemukan 45 kasus penderita baru yang dinyatakan positif mengidap HIV AIDS dikabupaten Kudus. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Joko Dwi Putranto melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, pada Dinas Kesehatan Kudus, Dokter F Hikari Widodo, saat Pertemuan evaluasi III dan Perencanaan, dan membahas Semester IV GF AIDS NFM SRR di Hotel Hom Kudus.

TRENDING :  Tertib Lalu Lintas Jangan Karena Takut Polisi, Tapi Demi Keselamatan Diri

Menurut Hikari, angka tersebut lebih tinggi dari pada tahun 2016 (per Juli) yang mencapai 35 pengidap positif HIV AIDS. Kemungkinan besar tahun ini bisa terus bertambah karena tim mobile visity hingga saat ini masih melakukan pencarian atau pemeriksaan dibeberapa tempat.

“Hingga saat ini, tim masih turun untuk melakukan pemeriksaan. Kita akan mencari lebih aktif lagi. Kalau diam saja, nggak bakalan ketemu,” katanya.

TRENDING :  Dishub Larang Ojek Online Mengaspal di Pati

Mereka yang dinyatakan positif mengidap salah satu penyakit mematikan di dunia itu didominasi oleh masyarakat dengan rata-rata usia antara 25 -50 tahun. Populasi kunci paling banyak ditemukan adalah, pada komunitas waria, LSL, pelanggannya, ibu rumah tangga yang tertular dari suaminya, dan gonta ganti pasangan yang beresiko.

“Mereka yang dinyatakan positif ini berdasarkan hasil pemeriksaan darah dengan alat RDT (Rapid Diagnostic Test). Apabila dalam pemeriksaan menujukkan dua garis sebanyak tiga kali, maka dia dipastikan positif mengidap HIV/AIDS,” jelasnya

TRENDING :  Modus Minta Tolong, Dua Begal Rampas Uang Puluhan Juta Rupiah

Hikari berharap, setelah ditemukan pengidap, maka yang terkait bisa langsung diobati di puskesmas untuk pertolongan pertama atau langsung ke rumah sakit. Setelah itu, dipertahankan supaya tidak menular.

Ditambahkan, “Semoga penyebaran virus tersebut bisa ditekan dan tidak semakin merambah, pihaknya terus menggiatkan sosialisasi dan penyuluhan,” pungkasnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Comments are closed.