Sampai Juwana, Kirab Satu Negeri Singgahi Makam Ulama dan Umara

oleh
Banser membawa pataka merah putih menuju Alun-Alun Juwana dalam rangkaian Kirab Satu Negeri Gerakan Pemuda Ansor, kemarin.

PATI, ISKNEWS.COM – Iring-iringan pasukan pembawa Pataka Bendera Merah Putih yang dilakukan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari Zona Rote, Nusa Tenggara Timur, Senin (16-10-2018) tiba di Kabupaten Pati.

Kedatangan Pasukan Kirab Satu Negeri Barisan Ansor Serbaguna (Banser) pembawa pataka merah putih dari Rembang disambut Kapolres AKBP Uri Nartanti, Dandim Letkol Arm Arif Darmawan, jajaran Forkompinda, Muspika Juwana, dan sejumlah unsur masyarakat di Alun-Alun Kecamatan Juwana. Di tempat tersebut juga ditampilkan kesenian Barongsai.
Sebelum sampai di Alun-alun Juwana peserta kirab singgah terlebih dahulu di makam ulama Sunan Ngerang, Juwana untuk apel dan doa bersama.

TRENDING :  Kirab Gunungan Hasil Tanam Sebagai Simbol Warga Rahtawu Mencintai Gunungnya

Kemudian setelah serah terima Pataka dari Alun-Alun Juwana, rombongan bergerak ke makam umara tempo dulu, bupati Juwana untuk melakukan kegiatan yang sama.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Pati Itqonul Hakim mengemukakan, penyambutan kirab dilakukan pihaknya sejak pagi di perbatasan Rembang. Secara estafet, pataka diterima Banser Pati kemudian 17 bendera merah putih dikirab sesuai rute tersebut.

TRENDING :  Pro Kontra Pabrik Semen dan Panasnya Suhu Politik Lokal Berdampak Negatif Di Jajaran pemerintahan Desa Brati.

“Kirab ini merupakan Zona Rote, Nusa Tenggara Timur. Setelah dari Pati, nanti akan menuju ke Jepara,” ujarnya.

Menurutnya, Kirab Satu Negeri mengusung nilai-nilai kebersamaan dalam meneguhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di dalamnya, juga mengajak semua elemen bangsa menyatu dan latar belakang yang berbeda.

“Peneguhan ini penting karena belakangan muncul sejumlah pihak yang berniat mengubah ideologi NKRI, yakni Pancasila dengan khilafah. Rakyat harus lebih bersatu mengadang itu karena dapat merusak persatu dan kesatuan bangsa,” jelasnya.
Kirab Satu Negeri dimulai dari lima titik terluar Indonesia, yakni Sabang (titik terluar bagian barat, Aceh), Nunukan (titik terluar bagian utara, Kalimantan Utara), Miangas (titik terluar utara, Sulawesi Selatan), Merauke (titik terluar timur, Papua), dan Rote (titik terluar selatan, Nusa Tenggara Timur). Kirab dari semua zona itu akan berakhir di Yogyakarta pada 26 Oktober. (WR/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :