Sampai September, 24 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Diamankan

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Kasus penyalahgunaan narkotika di Jepara terbilang cukup tinggi. Hingga September 2017 ini, setidaknya sudah ada 21 kasus yang telah ditangani oleh Satresnarkoba Polres Jepara. Dari angka itu, sebanyak 24 tersangka sudah diamankan. Hal ini disampaiksn oleh Kasat Narkoba Polres Jepara AKP Hendro Asriyanto, Kamis (28/9/2017).

Menurut Hendro, dari 21 kasus yang telah diproses itu, paling banyak yakni untuk penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. “Dari semua tersangka itu, terdapat juga tersangka yang masih dibawah umur. Artinya praktek penyalahgunaan barang haram ini sudah dilakukan oleh semua kalangan dan semua usia,” ujarnya.

TRENDING :  BPBD Prediksi Krisis Air Bersih Akan Meluas

Tahun 2016 lalu, di Jepara kasus penyalahgunaan narkoba terdapat 26 kasus  dan 33 jumlah tersangka, dengan barang bukti 41.028 gram sabu-sabu, extasi 16.006 gram, dan 11.098 ganja.

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara  Dian Kristiandi mengatakan, letak geografis Jepara menjadi lokasi yang dinilai strategis untuk melakukan aksi peredaran narkoba. “Sebagai wilayah yang tidak termasuk jalur perlintasan untuk ke beberapa wilayah, dimanfaatkan pengedar narkoba, untuk melintas di daerah ini sebelum melakukan transaksi di tempat lain,” katanya.

TRENDING :  Apa itu Pil Dextro?

Jepara yang masuk pada tingkat penyalahgunaan narkoba cukup tinggi, Andi mengharapkan peran serta semua pihak untuk membantu pemerintah untuk melakukan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan narkoba baik dilingkungan keluarga maupun menyebar di masyarakat.

TRENDING :  Masih Ditemui PPDP Tak Tempelkan Stiker

“Keberadaan ormas yang paling dekat di masyarakat, yang paling tahu apa yang terjadi pada masyarakat, kita menghimbau supaya anggota ormas ini dapat memulai dengan memperhatikan dari keluarganya, sehingga ketika ada ciri-ciri penyalahgunaan narkoba supaya cepat melaporkan agar bisa cepat ditindaklanjuti, untuk kemudian menempatkan di masyarakat, agar sosialisasi ini dapat sampai di lapisan masyarakat paling bawah,” pinta Andi. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :