Sanggar Seni Puring Sari Gelar Lomba Tari Kretek, Tahun ini Peserta Meningkat

oleh
Foto: Peserta beregu sedang beraksi menunjukkan penampilan terbaiknya. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COMSanggar Seni Puring Sari Kudus untuk yang ketujuh kalinya, tahun ini kembali mengadakan lomba tari kretek tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (31-03-2018). Acara yang digelar di Taman Budaya Sosrokartono Kudus itu, diikuti sekitar 100 peserta dari beberapa kategori. Yakni perorangan dan group dari kelompok SD, SMP, SMA, dan umum.

Diantaranya dari tingkat SD, SMP, SMA dan umum. Kategori perorangan dengan masing-masing peserta 26, 12,18 dan 5 orang. Sedangkan kategori beregu datang dari sekolahan maupun sanggar, dari tingkat SD, SMP, SMA masing-masing sebanyak 7, 2 dan 8 group. Tiap group beranggotakan antara 5 hingga 9 orang.

Hal itu dikatakan Ketua panitia, Supriyadi yang sekaligus pimpinan sanggar tari Puring Sari, saat ditemui isknews.com sewaktu acara berlangsung.

TRENDING :  Lestarikan Budaya, Sanggar Seni Puring Sari Kembali Gelar Lomba Tari Kretek

Dikatakannya, lomba tari kretek yang merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya itu bertujuan untuk melestarikan dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap tari kretek. “Tahun ini para peserta memperebutkan berbagai trofi bergilir dan tahun ini untuk peserta lebih banyak dibanding tahun kemarin,” ujarnya.

Peserta selain datang dari Kudus, juga datang dari Semarng, Surakarta dan DIY. “Tiga juri yang menentukan mereka layak atau tidaknya menjadi pemenang,” imbuhnya.

Ditambakannya, yang menjadi juri tahun ini adalah Ninik Nor Indah dari UPT Kecamatan Dawe, Vera Dwi Darti dosen Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, dan Bambang dari ISI solo.

TRENDING :  Digerus Stigma Negatif Sebabkan Penyebaran HIV/AIDS Sulit Dikontrol

Lebih lanjut, acara ini menggandeng Bakti Budaya Djarum Foundation, Surya indah motor, Innova Indonesia Community, Lentera home care, Dinas Pendidikan Provinsi, dan Disbudbar Kudus. Dia berharap, diadakannya lomba tari kretek dapat melestarikan budaya asli Kudus.

Disinggung tentang pemenang lomba, Supriyadi menjelaskan, diambil tiga peringkat terbaik dan satu favorit pilihan penonton. Pemenang dinilai dari beberapa hal, diantaranya wiroso, wiromo, wirogo, serta tata rias dan busana.

Seperti halnya adik Hania Putri, siswi kelas 3 MI Al-tanbih berusia 9 tahun asal Desa Getas Pejaten saat ditemui isknews.com disela-sela acara. “Ia telah mempersiapkan lomba ini jauh-jauh hari dengan latihan otodidak maupun ikut sanggar tari arya widya,” terang Umini, ibunya yang pada saat itu mendampingi Hania.

TRENDING :  Pemkab dan DPRD Sepakati Formula Gaji Outsourcing Yang Belum Terbayar

Selain itu, lanjut Umini, diharapkan lomba ini anak saya bisa mengembangkan bakat terpendam dan melatih mentalnya.

Masih ditempat yang sama, Hema rizkyana firdaus umur 19 tahun lulusan MA Miftahul Ulum itu mengikuti lomba tari kretek sebagai ajang untuk menggali bakat dan ini baru pertama kalinya. Namun, tahun sebelumnya Ia mengikuti event Lomba Putra Putri Budaya.

“Kemarin saat event lomba putra putri budaya saya ikut, namun tahun ini, ikut yang lomba tari kretek. Hal ini untuk mengembangkan bakatku di dunia tari,” ujar anggota Karang Taruna Getas Pejaten itu. (AJ/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :