Sanksi Penjara Dan Denda Perusahaan Yang Tak Buat Ipal

by

Kudus, isknews.com – Perusahaan yang tidak melakukan pengelolaan air limbah dan menimbulkan pencemaran, bisa dikenakan sanksi pidana berupa penjara serta denda. Terkait dengan hal itu, dinas yang berkompeten, yakni Kantor Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kudus, terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap semua perusahaan di Kudus, apakah sudah mentaati peraturan tentang pengelolaan air limbah, termasuk keharusan mempunyai instalasi pengolahan air limbah (Ipal).

TRENDING :  Go Green KKN UNDIP Laksanakan Penanaman Penghijauan di desa Panjang

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kudus, Heru Subiyantoko, yang dihubungi isknews.com, saat menghadiri kunjungan kerja Kapolda Jateng, di pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (06/12), mengatakan hal itu. Menurut dia, bagi perusahaan yang sudah memiliki Ipal, diwajibkan melaporkan perkembangan pengolahan dan hasil produksi air limbah atau buangan, apakah masih di bawah ambang baku mutu, ataukah ditengarai menimbulkan pencemaran. “Perusahaan melaporkan ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah dengan menyerahkan contoh air limbah. Tembusan laporan itu dikirimkan ke Kantor LH Kabupaten Kudus. Laporan yang disampaikan setiap triwulan itu, ditindaklanjuti pemantauan di lapangan.”

KOMENTAR SEDULUR ISK :