Santri MA NU TBS Kudus Gelar Baksos Selama Lima Hari

oleh
MA NU TBS Kudus

Kudus, ISKNEWS.COM – Persatuan Pelajar (PP) Madrasah Taswiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus menggelar kegiatan bakti soial (baksos) selama lima hari, Sabtu-Rabu 05-09 Mei 2018, di Dukuh Ngeduk, Desa Soco, Kecamatan Dawe.

Kegiatan tersebut di antaranya seperti festival anak, pengajian pembukaan, jalan sehat, bersih-bersih lingkungan, lomba masak ibu-ibu, lomba anak, pengajian tarikh, kultum dan tadarus,sembako murah, gebyar sandang, khotmil qur’an, kerja bakti lingkungan, teater, dan pengajian penutupan dan Isro’ Mi’roj di malam hari terakhir.

TRENDING :  Air Bersih Untuk Kotaku

Baksos diawali dengan festival cerita anak kemudian malamnya diadakan pengajian pembukaan di Masjid Baitul Muttaqin, Sabtu (05-05-2018) malam. Waka Humas MA NU TBS Kudus Suwantho dalam sambutanya mengungkapkan, kegiatan baksos yang dilakukan kali ini merupakan pengaplikasian ilmu para santri yang selama ini telah dipelajari di sekolah.

“Para siswa di sekolah mendapat ilmu tambahan yakni bagaimana cara bermasyarakat yang baik. Melalui kegaiatan ini diharapakan mereka dapat mempraktikkan apa yang didapat,” ujarnya.

TRENDING :  Ratusan Pelajar Ikuti Gladi Bersih Kirab Dhandhangan

Serangkaian acara dilakukan mulai dari jalan sehat, bersih lingkungan menggelar berbagai perlombaan, hingga mengadakan baksos yang memancing antusias masyarakat. Malam harinya dilaksanakan pengajian rutin hingga empat malam.

Kegiatan ini juga bekerjasama dengan berabagai pihak, salah satunya Puskesmas Dawe. Masyarakat diberi materi cara mencuci tangan yang benar.

Ketua PP MA NU TBS Kudus Azka Yafin berharap, dengan adanya kegiatan baksos ini dapat memberi berkah dan manfaat khususnya warga desa setempat. Menurutnya dari kegiatan yang telah dilaksanakan ini para santri mendapat banyak pengalaman.

TRENDING :  Bakti Sosial Warnai HPN 2018 Pati

Hal itu dikarenakan mereka (santri, Red) terjun langsung ke masyarakat, sehinggap mengetahui kondisi riil yang ada yang belum pernah diajarkan dalam pelajaran formal. “Semoga saja kegiatan seperti ini dapat dilaksankan secara rutin,” pungkasnya. (MK/YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :