Santri Pondok Pesantren di Kudus Dibekali Cara Mengelola Sumber Daya Nasional

Kudus, isknews.com – Bertempat di Aula Pondok Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Qur’an, Desa Menawan kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, digelar Dialog dan Sosialisasi Pengelolaan Sumber Daya Nasional (SDN) Untuk Pertahanan Negara Dilingkungan Pondok Pesantren, Senin (13/2/2017) pukul 08.00 Wib sampai selesai.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Direktur Komponen Cadangan ( Brigjen TNI Iskandar M.Munir ), Bupati Kudus yang dalam kesempatan itu diwakili kakesbangpol Djati Solechah, Dandim 0722/Kudus, Letkol (Czi) Gunawan Yudha Kusuma., Kapolres Kudus ( Andi Rifa’i ), Ketua yayasan pondok pesantren Tahfidz Yanbu’ul Qur’an, ( Ahmad Faiz ), KH. Abdul Manan (Pimpinan Ponpes Rahmatillah), Kasubdit Matra Darat Ditkomcad ( Kolonel Inf.Muchtar Lutfi ), Kakorda Kemenhan Wilayah Jateng ( Kolonel Inf Haryadi ), Kakanhan Jateng, perwakilan FKUB Kudus, Perwakilan MUI Kudus, Muspika Kec Gebog Kab Kudus, 4 Perwakilan pengasuh dan santri pondok pesantren diantaranya, Ponpes Alhidayah getasrabi gebog Kudus, Ponpes Rohmatilah Desa Besito, Ponpes At-Thulab Kajeksan, Ponpes Ma’ahid Bakalan Krapyak, serta tamu undangan lainnya.

Negara Indonesia dalam perjalan panjang sejarahnya, adalah negara yang mempunyai daya tarik kuat pada bangsa lain untuk menguasainya, hal ini, ditimbulkan oleh kekayaan potensi sumberdaya yang dimiliknya. Hal lain yang menarik perhatian negara negara lain adalah kondisi geografinya dengan ribuan pulau yang terletak sangat strategis pada posisi silang antara dua benua dan dua samudera.”ujarnya

TRENDING :  Ciptakan Generasi Emas Penerus Bangsa, Polres Kudus Gelar Latsar Saka Bhayangkara 2017

Dari kondisi seperti itulah, Indonesia sebagai negara yang berdaulat penuh, menerapkan dan mengembangkan sistem pertahanan semesta, sistem pertahanan yang melibatkan seluruh warga Negara, wilayah dan sumber daya nasionalnya, supaya bisa menegakkan kedaulatan Negara dan mempertahankan wilayah NKRI serta keselamatan segenap bangsa Indonesia dari setiap ancaman.

Bupati Kudus dalam sambutan tertulis nya disampaikan oleh kakesbangpol Djati Solechah, isi sambutannya, “Bahwa seperti kita ketahui bersama bahwa pengelolaan dan penataan sumber daya maupun sarana dan prasarana nasional dituangkan dalam rancangan UU sumber daya Nasional untuk kedaulatan negara. “Hal itu perlu melibatkan seluruh komponen warga negara,serta sarana dan prasarana Nasional,ini perlu atau butuh waktu yang panjang untuj membangun dan mengelola sumber daya nasional,” kata Djati Solechah

TRENDING :  52 PAUD TK KB SPS Se-Kec.Gebog Ikuti Karnaval Bersama Sambut HUT RI ke-71

“Saya sangat antusiatif atas terselenggaranya kegiatan yang bermuatan strategis karena kegiatan ini dapat kita gunakan sebagai forum silahturahmi dengan para ulama dan umaro serta mendekatkan TNI dengan lingkungan pondok pesantren,kegiatan ini merupakan pondasi sebagai pertahanan nasional untuk menjaga keutuhan NKRI,”ungkapnya

Lebih lanjut Bupati mengatakan ancaman yang terjadi di negara kita yaitu radikalisme dan terorisme khususnya yang menciptakan rasa takut dimasyarakat tetapi juga menggangu pertahanan negara dan juga keutuhan bangsa dan bernegara. “ISIS menjadi kelompok radikal yang berbahaya karena kemampuan menjaring pejuang asing,termasuk muslim fanatik di Indonesia,”ungkapnya

Pada kesempatan yang lain Direktur Komponen Cadangan Brigjen TNI Iskandar M.Munir mengatakan Pondok pesantren adalah lembaga islam tertua yang merupakan budaya Indonesia dengan sistem mengadopsi pendidikan keagamaan,sebagai lembaga islam pondok pesantren memiliki andil yang sangat besar terhadap perjalanan sejarah bangsa,diharapkan dapat memberikan bimbingan dan pengetahuan tentang paham kepemimpinan sesuai dengan Ideologi Pancasila dan UUD 1945 sehingga mampu menangkal ancaman terhadap kedaulatan NKRI,”kata Brigjen TNI Iskandar M.Munir

TRENDING :  Warga Desa Sumur Senang Dengan Dibangunnya Infrastruktur Oleh Kodim 0718 Pati

Dia menambahkan ancaman terhadap negara saat ini sangat retolflek dan multi nasional,baik ancaman militer maupun non militer,untuk ancaman non militer dapat berdimensi ldeologi,politik,ekonomi,sosbud serta keselamatan umum,untuk ancaman militer dapat berupa agresi dan non agresi,pada saat ini yang perlu kita waspadai adalah ancaman nyata yang setiap saat dapat terjadi dan tiba-tiba yang sulit diprediksi,seperti ancaman terorisme dan radikalisme,bencana alam dan bahaya narkoba,”tambah Direktur Komponen Cadangan ini.

“Untuk menghadapi ancaman yang beragam,bangsa Indonesia perlu menata kembali kekuatan pertahanannya,salah satunya yang perlu dilaksanakan adalah menata dan membangun sumber daya Nasional,khususnya sumber daya manusia sebagai komponen cadangan dan pendukung yang menyokong negara,”ungkap Brigjen TNI Iskandar M.Munir

Kegiatan selesai dilanjutkan dengan acara sosialisasi dengan nara sumber Kasubdit Matra Darat Ditkomcad Kolonel Inf.Muchtar Lutfi dan dilanjutkan acara tanya jawab dengan peserta sosialisasi.(AJ/ISKNEWS.COM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :

You may also like...

Sorry - Comments are closed

TRENDING