Sapa Pagi ISK – “Bersahaja”

oleh
pulang kerja (Foto: YM)

Sedulur ISK, sudah lazim pada diri manusia seringkali selalu merasa kurang, ada yang mengibaratkan perlombaan hidup duniawi seperti menaiki kendaraan di jalan raya. Setiap kali melihat kendaraan lain di depan, kita selalu berhasrat untuk mendahuluinya.

Segala daya dikerahkan, dan sekecil apa pun peluang dimanfaatkan. Namun, ketika kendaraan itu telah berhasil dilampaui, kepuasannya hanya sekejap mata. Sebab, di depan kita ternyata sudah ada lagi ratusan bahkan ribuan kendaraan lain.

Maka, berkobarlah kembali hasrat itu, bahkan semakin menggila. Tanpa sadar, kita pun terjun dalam perlombaan yang tak berujung.

TRENDING :  Sapa Pagi ISK - "Tresna"

Demikian pula dengan ambisi kehidupan duniawi, sebagaimana ak akan ada yang bisa menghentikan ambisi seperti itu selain kematian; Ketika itulah segala ambisinya padam.

Untuk itulah kita harus memiliki daya tahan untuk menahan ambisi, minimal punya daya tahan pribadi terlebih dahulu.

Jangan sampai kita bersembunyi dibalik jas dasi dan merk. Jangan sampai kita tak mempunyai diri kita sendiri.

Jadi target awal dari pertemuan kita adalah membuat kita berani jujur kepada diri sendiri. Mengapa demikian? Sebab seorang tak akan bias memperbaiki orang lain kalau ia tak bisa memperbaiki diri sendiri.

Kita harus mengawali dengan mengontrol ego diri dahulu sebab kita tak bisa memperbaiki orang lain kalau diri sendiri saja tak terperbaiki.

TRENDING :  Demam Ikan Cupang, Omset meningkat

Kita tak bergantung lagi kepada dunia, tak tamak, tak licik dan tak serakah. Hidup akan bersahaja dan proporsional.

Orang yg sengsara bukan tak cukup tetapi krn kebutuhan melampaui batas. Padahal Allah menciptakan kita lengkap dgn rezekinya. Mulai dari buyut kita yg lahir ke dunia tak punyaapa-apa sampai akhir hayat masih makan dan dapat tempat berteduh terus.

TRENDING :  Sapa Pagi ISK - "Ngucap Syukur "

Semua orang sudah ada rezekinya. Dan barangsiapa yg hati akrab dgn Allah danyakin segala sesuatu milik Allah tiada yg punya selain Allah kita milik Allah. Kita hanya mahluk dan yg membagi menahan dan mengambil rezeki adl Allah. Orang yg yakin seperti itu akan dicukupi oleh Allah.

Sedulur ISK, jadi kecukupan kita bukan banyak uang tetapi kecukupan kita itu bergantung dengan keyakinan kita terhadap Allah dan berbanding lurus dengan tingkat tawakal.

Allah berjanji “Aku adalah sesuai dgn prasangka hamba-Ku”. (YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :