Sapa Pagi ISK – “Bersahaja”

by
pulang kerja (Foto: YM)

Sedulur ISK, sudah lazim pada diri manusia seringkali selalu merasa kurang, ada yang mengibaratkan perlombaan hidup duniawi seperti menaiki kendaraan di jalan raya. Setiap kali melihat kendaraan lain di depan, kita selalu berhasrat untuk mendahuluinya.

Segala daya dikerahkan, dan sekecil apa pun peluang dimanfaatkan. Namun, ketika kendaraan itu telah berhasil dilampaui, kepuasannya hanya sekejap mata. Sebab, di depan kita ternyata sudah ada lagi ratusan bahkan ribuan kendaraan lain.

TRENDING :  Target Karya Bakti 3 Kali Seminggu

Maka, berkobarlah kembali hasrat itu, bahkan semakin menggila. Tanpa sadar, kita pun terjun dalam perlombaan yang tak berujung.

Demikian pula dengan ambisi kehidupan duniawi, sebagaimana ak akan ada yang bisa menghentikan ambisi seperti itu selain kematian; Ketika itulah segala ambisinya padam.

Untuk itulah kita harus memiliki daya tahan untuk menahan ambisi, minimal punya daya tahan pribadi terlebih dahulu.

TRENDING :  Sapa Pagi ISK - "Mari Bergerak"

Jangan sampai kita bersembunyi dibalik jas dasi dan merk. Jangan sampai kita tak mempunyai diri kita sendiri.

Jadi target awal dari pertemuan kita adalah membuat kita berani jujur kepada diri sendiri. Mengapa demikian? Sebab seorang tak akan bias memperbaiki orang lain kalau ia tak bisa memperbaiki diri sendiri.

TRENDING :  Hardy Cahyana," Jika Terjadi Fire Bantu Kami Untuk Tidak Menonton Dengan Menghalagi Jalan Masuk Kami "
KOMENTAR SEDULUR ISK :