Sapa Pagi ISK – “Kartini Day”

oleh
gambar mural Kartini di salah satu gedung di Jepara (Foto : YM)

Sedulur ISK, Sejak kemarin hingga pagi ini dijalanan, di sekolah di kantor bahkan di pabrik sekitar kita ini banyak kita temui gadis dan wanita berbaju adat nusantara, ya hari ini adalah Kartini Day kita sedang meperingati Hari lahir Kartini, sang pengusung ‘emansipasi wanita’.

Dalam sejarah nasional kita sosok Kartini tidak dapat terlepas dari emansipasi wanita yang gaungnya sudah terdengar lebih dari satu abad silam. Kartini adalah pendobrak tembok kultur patriarki dan dominasi pria pada masa silam yang membatasi gerak kaum perempuan.

TRENDING :  BPBD Kudus Sigap Siaga Bencana Di Purworejo

Emansipasi yang diusung kartini di gali dari kumpulan surat-surat “Curhat” Raden Ajeng Kartini kepada sahabatnya Abendanon, yang lalu dikumpulkan dan dibukukan menjadi buku dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Dalam tulisannya Kartini ingin sekali membebaskan perempuan dari  diskriminasi  yang membatasi gerak perempuan pada masa itu. Selain itu, Kartini juga berjuang membebaskan kaum perempuan dari perbudakkan.

TRENDING :  Sapa Pagi ISK – “Perjalanan Kita”

Atas dasar perjuangan Kartini inilah sehingga kita sekarang mengenal  istilah emansipasi perempuan.

Sesungguhnya dalam ajaran agama, tidak membedakan antara wanita dan laki-laki, karena semua sama di hadapan Allah SWT, dan yang membedakan mereka di hadapan Allah adalah mereka yang paling bertaqwa.

TRENDING :  Sapa Pagi ISK – “Berjuanglah”

Karena emansipasi bukan saja hak akan tetapi kewajiban sebagai seorang wanita, istri, anak atau sahabat mereka ukir dengan begitu mulianya.

Sedulur ISK, sesungguhnya makna emansipasi wanita yang hakiki adalah, wanita yang seoptimal mungkin mampu menyelaraskan fungsi hak dan kewajibannya sebagai hamba Allah, istri, ibu dan warga masyarakat yang baik, Selamat Hari Kartini. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :