Satpol PP Kudus Jaring 38 Pemandu Karaoke Di Kabupaten Kudus

Satpol PP Kudus Jaring 38 Pemandu Karaoke Di Kabupaten Kudus

Kudus, isknews.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah berhasil menjaring 38 Pemandu Karaoke (PK) yang berada di sepanjang jalan lingkar selatan Kabupaten Kudus dalam melakukan penegakan perda nomor 10 tahun 2015 tentang usaha hiburan diskotik, kelab malam, pub, dan penataan hiburan karaoke tidak diperbolehkan beroperasi di Kudus.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus Abdul Halil kepada isknews.com minggu, (21/8) mengatakan operasi penegakan perda karaoke akan terus dilakukan dengan cara penindakan karaoke yang beroperasi di Kabupaten Kudus dengan cara persuasif, humanis, dan menjaga kekondusifan Kudus dengan target semua usaha karaoke yang ada di Kudus itu semunya tutup dan menjadikan Kabupaten Kudus menjadi kota religi.

BACA JUGA :  Pemdes Undaan Kidul Gelar Syukuran di Kantor Barunya

“Kita akan trus melakukan penindakan perda karaoke dengan cara persuasif, humanis, dan tetap menjaga kekondusifan kota kudus dengan target semua usaha karaoke ini tutup sehingga menjadikan Kabupaten kudus sebagai kota religi” terangnya.

Selama melakukan penindakan oleh Satpol PP dari 11 usaha karaoke yang ada di sepanjang jalan lingkar selatan Kudus dan ditindak tadi malam yang beroperasi atau buka hanya 5 usaha karaoke dengan terjaring sebanyak 38 PK yang lainnya tutup, pada saat penindakan berlangsung PK yang terjaring dimintai untuk menyerahkan KTP masing – masing dan juga ditegaskan untuk pulang.

Sebelum pulang dari masing – masing mereka disampaikan agar datang ke kantor satpol pp, dimana nantinya untuk dibina oleh Dinas terkait serta membuat pernyataan agar tidak mengulangi lagi mengenai pekerjaan itu dan mencari kerjaan lain atau dibina oleh Dinas Sosial untuk mengikuti berbagai macam pelatihan kerja yang ada.

BACA JUGA :  Usai Ikut Perekaman, Empat Hingga Lima Hari E-KTP Sudah Jadi

“Adanya penindakan ini para pemandu karaoke akan nantinya dibina oleh Dinas sosial sehingga para pemandu karaoke itu agar tidak mengulangi pekerjaan semacam ini hingga untuk disarankan mencari pekerjaan lain atau mengikuti latihan kerja, semuanya nanti di fasilitasi oleh Pemkab jika ingin mengikuti pelatihan kerja” Imbuh Abdul Halil Kepala Satpol PP Kudus.(SM)

Share This Post