Satu-satunya Di Jateng Pemkab Kudus Tanggung Premi Asuransi Gagal Panen

Satu-satunya Di Jateng Pemkab Kudus Tanggung Premi Asuransi Gagal Panen

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, akan menanggung premi asuransi petani jika mengalami gagal panen. Pemberian bantuan atau subsidi yang dilakukan Pemkab Kudus itu, bisa jadi merupakan satu-satunya di Provinsi Jawa Tengah, bahkan mungkin di Indonesia.

Bupati Kudus H Musthofa, mengatakan hal itu, saat dialog dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se Kecamatan Undaan, Kebupaten Kudus, usai melakukan panen raya di Desa Undaan Lor, Selasa (31/1), di hamparan sawah milik Gapoktan Tani Mulyo, Desa Undaan Lor, Kudus. Bupati yang hadir bersama Ketua DPRD Kudus Masan, unsur Forkompinda dan Kepala OPD, menolak saat dipersilahkan memberikan sambutan. Orang nomer satu di Kudus ini, lebih suka memilih duduk bersama, membaur dengan para petani, sambil menikmati hidangan nasi jagung, ikan lele goreng dan sayur bening.

Berawal dari keterangan Ketua Gapoktan Tani Mulyo, Undaan Lor, Rohwan. Menurut dia, untuk mengatasi kerugian petani yang mengalami gagal panen, Gapoktan mengansuransikan dengan cara menarik asuransi kepada petani atau yang disebut beaya administrasi sebesar Rp 17.500 per petani. Namun langkah itu tidak semua petani menyambut dengan baik, bahkan ada yang melaporkan ke lembaga hukum, karena dalam pengelolaan keuangan dinilai tidak transparan.

Menanggapi hal itu, Bupati H Musthofa mengungkapkan upaya yang dilakukan Gapoktan itu sudah baik, namun salah sasaran. Oleh karena itu bupati menegaskan mengambil alih asuransi tersebut, selanjutnya premi asuransi itu akan ditanggung oleh Pemkab Kudus, sebagai subsidi kepada Gapoktan. “Dengan pengambilalihan iuran premi oleh Pemkab, persoalan ini saya anggap selesai.”

Dia menambahkan, besarnya asuransi itu Rp 35.000 per hektare. Pihaknya meminta, untuk menghindari kemungkinan terjadinya gagal panen, bukan hanya Gapoktan yang rajin turun ke sawah, tetapi juga pejabat terkait, mulai kepala dinas, kabid, PPL, camat dan kepala desa, agar sering berkunjung ke desa-desa dakam upaya meningkatkan pruduktivitas tanaman padi. “Undaan sejak dulu menjadi penyangga pangan di Kabupaten Kudus. Saya minta agar hal itu dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
BACA JUGA :  Laksanakan Penghijauan Menuju Sekolah Adiwiyata

Share This Post