SDN 1 Jati Kulon Bersama Wali Murid, Gerakan Peduli Lingkungan

oleh
SDN 1 Jati Kulon Bersama Wali Murid, Gerakan Peduli Lingkungan
Foto: Istimewa

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebagai bentuk konsistensi akan kepedulian sekolah terhadap lingkungan. Pagi ini, puluhan siswa SDN 1 Jati Kulon bersama wali murid melakukan kerja bakti pembersihan lingkungan sekolah dan Penghibahan sampah ke paguyuban sampah Desa Jati Kulon, Selasa (28-08-2018).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu, dibuka dengan deklarasi gerakan peduli lingkungan oleh siswa, guru dan wali murid. Adapun isi komitmen gerakan peduli lingkungan tersebut berupa membuang sampah pada tempatnya (Organik dan Anorganik), kurangi produksi sampah melalui 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), gunakan barang-barang yang ramah lingkungan dan kurangi penggunaan plastik.

Setelah pembacaan deklarasi, para siswa, guru dan wali murid tersebut secara bersama-sama melakukan kerja bakti pembersihan lingkungan sekolah. Dalam kegiatan tersebut terlihat siswa-siswi SDN 1 Jati Kulon begitu cekatan memunguti setiap sampah organik dan anorganik yang mereka temui.

TRENDING :  Bawaslu Petakan Kerawanan Pemilu 2019 di Kudus

Di sisi lain, terlihat beberapa siswa, guru dan wali murid yang melakukan pemilahan dan pengelompokan sampah anorganik dari bank sampah di sekolah. Tanpa rasa canggung, mereka berbaur memisahkan sampah anorganik berdasarkan jenisnya yakni sampah plastik, kaleng dan kertas.

SDN 1 Jati Kulon Bersama Wali Murid, Gerakan Peduli Lingkungan
Foto: Istimewa

Kepala SDN 1 Jati Kulon, Sri Wahyuningsih, mengatakan kerja bakti pembersihan lingkungan sekolah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihaknya setiap waktu. Hanya saja, yang membuat kegiatan kali ini sedikit berbeda adalah dilibatkannya beberapa wali murid dalam kegiatan itu.

Sri Wahyuningsih mengaku, dilibatkannya wali murid dalam kegiatan tersebut merupakan aksi spontanitas yang dilakukan oleh pihaknya. Tujuannya, tak lain untuk menciptakan rasa kepemilikan wali murid terhadap sekolah. Dari rasa memiliki tersebut, maka akan tumbuh rasa kepedulian untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

“Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat dan nyaman merupakan salah satu misi sekolah kami. Untuk menciptakan misi tersebut, kami menggerakan siswa agar lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya,” katanya.

TRENDING :  Kabupaten Kudus Penggagas Wajib Belajar 12 Tahun

Adapun bentuk kepedulian siswa terhadap lingkungan ditunjukkan melalui gerakan pungut sampah, kerja bakti kebersihan lingkungan sekolah dan membawa tempat makanan maupun minuman sendiri.

SDN 1 Jati Kulon Bersama Wali Murid, Gerakan Peduli Lingkungan
Foto: Istimewa

“Pada awal tahun ajaran baru ini, kami menerapkan peraturan semua siswa harus membawa peralatan makan dan minum sendiri. Kami juga telah menginstruksikan kantin sekolah untuk tidak melayani pembelian jajan oleh siswa yang tidak membawa piring dan gelas sendiri,” papar Kepala SDN 1 Jati Kulon tersebut.

Imbuhnya, “Kami menerapkan hal ini semata-mata untuk menekan penggunaan plastik di sekolah. Dengan peraturan ini, kami berharap jumlah sampah plastik yang dihasilkan dapat berkurang. Kami juga telah bekerjasama dengan paguyuban sampah Desa Jati Kulon untuk pendistribusian sampah anorganik yang dihasilkan di sekolah ini,”

TRENDING :  Kenduri Seribu Tumpeng Hari Jadi Kudus Dihadiri Menristek Dikti

Melalui aksi ini, Sri Wahyuningsih berharap jiwa-jiwa cinta lingkungan yang telah tertanam dalam diri siswa-siswinya dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dan menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman.

Ni Kadek Suti, salah satu wali murid yang terlibat dalam kerja bakti pembersihan lingkungan mengungkapkan bahwa dirinya belajar banyak dari gerakan peduli lingkungan yang dilakukan di SDN 1 Jati Kulon. Menurutnya, kegiatan ini sangat inspiratif dan edukatif.

“Melihat anak saya yang membuang sampah pada tempatnya (organik dan anorganik -Red), saya jadi terinspirasi, untuk memisahkan tempat sampah organik dan anorganik yang ada di rumah. Selain itu, peraturan membawa tempat makan dan minum sendiri, saya rasa sangat bagus. Karena bisa menekan penggunaan sampah plastik yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan,” tutupnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :