Sebagai Kabupaten Dengan jumlah IHT Terbesar, Alokasi DBHCHT Untuk Kabupaten Kudus Kurang Proporsional

by

Kudus, isknews.com – Tembakau  adalah  jenis  komoditi  yang  dikenakan  cukai  oleh  negara. Penerapan  cukai  terhadap  tembakau  sudah  dilaksanakan  pada  zaman  kerajaan  di Indonesia. Indonesia menyumbang 2,1% dari persediaan tembakau di seluruh dunia. Industri  Hasil Tembakau berkontribusi bagi penerimaan negara melalui  cukai.  Dari sisi penerimaan negara berupa devisa, nilai ekspor tembakau dan hasil tembakau juga memegang  peranan  yang  cukup  penting.

TRENDING :  Dibangun Dengan Dana DBHCHT Rp 13,9 M Pada 2010 LIK Rokok Kretek Lebih Sering Sepi Aktivitas

Industri  Hasil  Tembakau  memiliki sumbangan  yang  besar  terhadap  penyerapan  tenaga  kerja  juga  sebagai  salah  satu objek  yang  dapat  dijadikan  sumber  penerimaan  Pendapatan  Asli  Daerah  yang berkaitan dengan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Namun, ada tekanan dari luar untuk meratifikasi  Framework Convention on Tobacco Control yang  tidak lain  adalah untuk mengendalikan dampak  negatif  dari rokok  ditinjau  dari  segi  kesehatannya.

TRENDING :  Resmi dibuka Turnamen bola voli Kapolres Cup Jepara 2017

Oleh  karena  itu,  pemerintah  mengeluarkan Roadmap  Industri  Hasil  Tembakau  2007- 2020  dengan  visi  untuk  mewujudkan Industri  Hasil  Tembakau  yang  kuat  dan  berdaya  saing  di  pasar  dalam  negeri  dan global  dengan  tidak  mengenyampingkan  aspek  kesehatan.  Disamping  Roadmap  Industri  Hasil  Tembakau  2007-2020  Pemerintah  juga  mengeluarkan  Peraturan Menteri  Keuangan  No.  181/PMK.011/2009  tentang  Tarif  Cukai  Hasil  Tembakau untuk meningkatkan penerimaan negara dalambentuk cukai.

KOMENTAR SEDULUR ISK :