Sebagian Besar Terserap HJK Anggaran Kebudayaan Hanya Rp 500 Juta

Sebagian Besar Terserap HJK Anggaran Kebudayaan Hanya Rp 500 Juta

Kudus, isknews.com – Anggaran dari APBD Kabupaten Kudus untuk kegiatan bidang kebudayaan, setiap tahunnya hanya Rp 500 juta. Itu pun sebagian besar terserap untuk beaya peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Kudus. Hal itu berdampak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang mendapat kucuran dana tersebut, yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, tidak bisa menyelenggarakan kegiatan secara maksimal, disebabkan keterbatasan anggaran.

Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus, Yuli Kasiyanto, melaui Kepala Seksi (Kasie) Kebudayaan, Seni dan Tradisi, Sugijono, yang dihubungi isknews.com, Jumat (03/2), di ruang kerjanya, membenarkan hal itu. Menurut dia, dari anggaran Rp 500 juta itu, sebagian besar didominasi untuk kegiatan peringatan Hari Jadi Kota Kudus, mencapai sebesar Rp 400 juta lebih. “Hal itu karena kegiatan Hari Jadi Kota Kudus, sangat padat dan berlangsung beberapa hari. Mulai khatmil Qur’an, tasyakuran, apel atau upacara bendera dan puncaknya adalah carnival.”

Sementara untuk anggaran yang tersisa, ungkapnya lanjut, digunakan untuk kegiatan rutin dan insidentil. Untuk kegiatan rutin, adalah pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan dua kali dalam satu tahun dan pentas seni akhir tahun. Sedangkan kegiatan insidentil, contohnya yang diselenggarakan pada TA 2016 lalu, yakni lomba dolanan anak yang diadakan di Gedung Kesenian, di Taman Budaya Kabupaten Kudus, serta pembinaan organisasi kesenian. “Beaya untuk kegiatan rutin dan insidentil itu, berkisar antara Rp 5-10 juta. Karena keterbatasan dana itu, tidak semua organisasi kesenian di Kudus terfasilitasi, baik pembinaan maupun kegiatannya.”

Namun bagi organisasi kesenian yang akan mengadakan kegiatan seni, baik itu pentas, pertunjukkan, pameran, bahkan latihan, pihak Disbudpar membuka pintu boleh menggunakan gedung kesenian dan fasilitas yang ada di Taman Budaya Kabupeten Kudus, di Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. “Syaratnya hanya mengajukan permohonan atau permberitahuan tertulis, sehingga kami bisa menjadwalkan,” jelas Kasie Kebudayaan, Seni dan Tradisi Disbudpar Kudus itu. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
BACA JUGA :  Kudus Indienesia Promosikan WavesTones 2016 ke Grup Band Nasional

Share This Post