Sebagian Wilayah Kecamatan Jati Terendam Banjir

oleh
Jati Terendam Banjir
Foto: Warga melintas di tengah genangan banjir di Tanjungkarang, Kecamatan Jati. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebagian wilayah Kecamatan Jati terendam banjir sejak Selasa (06-02-2018). Genangan air di wilayah itu disebabkan lebih banyak karena kiriman air dari wilayah Kudus Utara dan Timur. Diketahui sehari sebelumnya wilayah Kudus bagian Timur mengalami banjir bandang yang merendam belasan desa.

Camat Jati, Andreas mengungkapkan, wilayah yang terendam di antaranya Jati Wetan, Jati Kulon dan Tanjungkarang. Genangan antara 30-50 sentimeter.

“Daerah yang terdampak sudah menjadi langganan tiap tahun, karena wilayah itu merupakan daerah rendah,” katanya kepada isknews.com, Kamis (08-02-2018).

TRENDING :  Kwarcab Kudus Sukses Gelar Estafet Tunas Kelapa (ETK), Pramuka Perekat NKRI

Andreas menjalaskan, di Jati Wetan banjir merendam Dukuh Tangulangin, Gendok dan Barisan. Jati Kulon di Dukuh Kencing, sedangkan di Tanjungkarang banjir menggenangi perumahan warga di RW 05 hingga RW 07.

“Hari ini genangan air cenderung bertambah. Hal itu terjaid karena di Sungai Juwana dan Sungai Wulan debit airnya tinggi, sehingga air tidak bisa keluar,” tuturnya.

Di Jati Wetan, lanjutnya, sebenarnya sudah ada dua pompa besar yang digunakan untuk mengeluarkan air banjir. Hanya saja karena Sungai Wulan debitnya sedang tinggi, akhirnya tidak begitu bisa maksimal kerja pompa tersebut.

TRENDING :  Galian Longsor Dua Penambang Batu Tradisional Tertimbun Tanah

Menyikapi hal itu, pihaknya telah menyiapkan tempat pengungsian agar sewaktu-waktu, apabila genangan semakin bertambah, warga bisa langsung mengungsi. “Tempatnya di Balai Desa Jati Wetan.”

Sementara itu, berdasarkan pantauan isknews.com di Tanjungkarang RW 05, ketinggian air mencapai 40 sentimeter. Menurut warga setempat Sukarno, banjir mulai menggenangi wilayahnya sejak Selasa (06-02-2018) sore, sekira pukul 16.00 WIB.

TRENDING :  Sore Ini Persiku Jajal Persibara Banjarnegara

Genangan semakin bertambah di hari berikutnya, dan puncaknya mencapai 40 sentimeter hari ini. Imbuh Sukarno, “Tiap tahun wilayah kami selalu kebanjiran. Bahkan biasanya banjir di sini bisa berlangsung sampai tiga minggu.”

Dirinya berharap, dari pemerintah dapat memberikan solusi agar di wilayahnya tidak menjadi langganan banjir tiap tahun. Karena tiap kali banjir pasti masuk sampai ke dalam rumah warga. (MK/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :