Sebenarnya, Siapa Pencipta Joglo Pencu?

oleh
Sebenarnya, Siapa Pencipta Joglo Pencu? ISKNEWS.COM
Foto: Joglo pencu yang ada di Museum Kretek Kudus, Kamis (28-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEW.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Joglo Pencu begitu orang Kudus menyebutnya. Bangunan unik dan artistik ini menjadi cermin akulturasi budaya di Kabupaten Kudus. Terbuat dari 90% kayu jati berkualitas tinggi dan bangunan yang bisa dibongkar pasang, membuat rumah adat ini tahan bencana gempa.

Bangunan dengan ukiran bernilai seni tinggi ini tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Kyai Telingsing. Seorang ulama yang memiliki jiwa seni tinggi ini berkontribusi dalam menciptakan Joglo Pencu.

Kabid Kebudayaan, dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Sutiyono, mengatakan bahwa penemu rumah adat Kudus adalah Mbah Rogo Moyo. Ulama asal Desa Kaliwungu ini merupakan murid dari Kyai Telingsing.

“Karena Mbah Rogo Moyo merupakan murid dari Kyai Telingsing. Sehingga proses terciptanya rumah kebanggan masyarakat Kudus ini, tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Kyai Telingsing sebagai seniman ukir khas Kudus,” katanya, Kamis (28-06-2018).

TRENDING :  Bertemu di Sosial Media, Kedua Pasangan Difabel Ini Akhirnya Menikah

Pada eranya, Kyai Telingsing dikenal dengan aliran ukirnya yang diberi nama Sun Ging. Dari aliran ukir inilah yang memprakarsai munculnya rumah adat Kudus. Seperti pada umumnya rumah ada masyarakat Jawa. Rumah ada di Kudus banyak terletak di dekat aliran sungai.

Rumah adat Kudus merupakan pengembangan dari rumah adat Jawa, yang diberi sentuhan budaya Cina, Eropa dan Persia. Bangunan pokok rumah ini berbentuk Joglo dan atap berbentuk Pencu dengan titisan di bagian depan dan belakang.

TRENDING :  Tali Akrap Apresiasi Pelantikan Pengurus DPC API Kudus

Pencu merupakan puncak dari Gedongan yang menjadi bagian sakral dari rumah adat Kudus. Tata ruangnya terdiri dari jaja satru, sentong, gendong dan pawon. Untuk bangunan tambahan berupa sumur dan kamar mandi yang terletak terpisah dari rumah.

Pada eranya, rumah adat ini digunakan sebagai simbol kemewahan bagi pemiliknya. Zaman dahulu, kata Sutiyono, rumah ini banyak ditemukan di Kudus bagian barat (Kudus Kulon -red). Karena pada masa itu, daerah Kudus Kulon perekonomiannya lebih maju dibandingkan Kudus Wetan.

Menurut keterangan Sutiyono, rumah joglo khas Kudus sebenarnya sudah ada sejak lama. Bahkan dari zaman Sunan Kudus, masyarakatnya sudah memiliki rumah khas. Namun pada masa itu, bangunannya belum semewah itu. Bangunan joglo Kudus yang dikenal saat ini merupakan hasil karya Mbah Rogo Moyo.

TRENDING :  Meriah, Ribuan Warga Saksikan Arak-arakan Puluhan Gunungan Sewu Kupat

“Pada era Bupati Tjandranegara III kira-kira tahun 1819, Mbah Rogo Moyo didaulat untuk membuat pendapa Kabupaten Kudus. Rancangan pendapa Kudus terebut yang kini dijadikan rumah adat Kudus,” paparnya.

Sutiyono menyimpulkan, pencipta rumah adat Kudus adalah Kyai Telingsing yang dikenal dengan seni ukirnya yang khas (aliran Sun Ging -red). Tatapi rumah itu kemudian dikembangkan oleh Mbah Rogo Moyo, hingga terciptalah rumah adat dengan nilai seni tinggi seperti saat ini. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :