Sedang Di Luar Kota Saat Pemilu, Ini Cara Salurkan Hak Pilih

oleh
Komisoner KPU Kudus, Miftahurrohmah tengah menjelaskan dihadapan puluhan perwakilan instansi (Foto YM)

Kudus, isknews.com  –  Daftar Pemilih Tambahan (DPTb)adalah  pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) disuatu Tempat Pemungutan Suara (TPS), karena keadaan tertentu seperti tengah bertugas di luar kota dan lain sebagainya. Sehingga dia tidak dapat menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut.

“Hal itu dimaksudkan untuk melindungi hak pilih rakyat, “Mereka bisa menyalurkan hak suaranya di TPS lain, dengan persyaratan yang mudah,” ujar Miftahurrohmah.

Miftahurrohmah, Anggota Komisoner KPU Kudus Devisi Perencanaan dan Data ini adalah narasumber utama pada Sosialisasi Pindah Pemilih (Daftar Pemilih Tambahan atau DPTb) yang di gelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus di Hotel @Hom, Kamis (31/01/2019).

TRENDING :  Penyampaian Hasil Penelitian KPU Kudus: Berkas PAN 100 Persen TMS

Dikelaskannya, sebagaimana Peraturan KPU (PKPU) nomor 37 tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pemilu dijelaskan bahwa WNI yang sudah terdaftar Daftar Pemilih Tetap (DPT) diberikan hak untuk melakukan pemilihan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) lain.

“Kalau ada pemilih yang ingin pindah memilih, maka yang bersangkutan mengurusnya di PPS atau KPU asal pemilih. Misalnya saya warga Kudus, lalu menjelang Pemilu saya mendapat tugas ke Surabaya dalam waktu yang lama. Sebelum ke sana, saya harus ke PPS atau KPU Kudus untuk membuat formulir A5,” terangnya.

TRENDING :  Polres Kudus Gelar Rakor Operasi Mantab Brata Candi Amankan Pemilu 2019

Sebelum pelaksanaan Pemilu, saya harus melakukan konfirmasi ke KPU Surabaya unuk pengadaan surat suara tambahan. Untuk dapat dimasukkan ke dalam DPTb, pemilih harus menunjukkan KTP-el atau surat keterangan dan salinan bukti telah terdaftar sebagai pemilih dalam DPT. Untuk mendapatkan surat pemberitahuan pindah memilih ini, bisa diurus paling lambat 30 hari sebelum hari pemungutan suara di 17 April 2019 mendatang.

“Tapi apabila yang bersangkutan tidak bisa menempuh pengurusan di daerah asal karena mungkin faktor jarak tempuh atau kesibukan yang tidak bisa ditinggal. Pemilih bisa langsung datang ke KPU setempat atau KPU dimana ia bekerja,” jelas dia.

TRENDING :  KPU Serahkan 10 Item APK 15 Parpol Peserta Pemilu 2019

Lebih lanjut, berkenaan dengan keadaan tertentu sehingga tidak bisa memilih di TPS asal, di antaranya bisa dikarenakan yang bersangkutan menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain pada hari pemungutan suara. Menjalani rawat inap di rumas sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi. Penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/panti rehabilitasi. Menjalani rehabilitasi narkoba, menjadi tahanan di rutan atau lapas, tugas belajar, dan atau tertimpa bencana alam.

“Untuk rawat inap di rumah sakit atau puskesmas, keluarga yang mendampingi dapat mendaftar dalam DPTb,” katanya.

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 merupakan tanggungjawab semua pihak. Maka dari itu, setiap pihak diharapkan partisipasinya untuk mengajak masyarakat lain agar dating ke TPS untuk memberikan hak pilihnya di hari pemungutan suara tanggal 17 April 2019. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :