Sedekah Bumi Desa Kudur : Bagikan Gunungan dan Bancakan Ke Tetangga Desa

oleh
Sedakah Bumi Desa Kudur : Bagikan Gunungan dan Bancakan Ke Tetangga Desa
Foto: Warga tetangga desa ikut berebut gunungan sedekah bumi di punden desa Kudur, Kamis (26-07-2018). (Istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Ribuan masyarakat Desa Kudur, Kecamatan Winong Kidul, Pati dari sudah bersiap merayakan sedekah bumi desanya sejak pagi hari, Kamis (26-07-2018). Sembilan gunungan yang terbuat dari hasil bumi pun sudah dipersiapkan untuk diperebutkan di Punden Desa.

Tidak hanya warga Desa Kudur, warga sekitaran desa pun nampak berbendong-bendong datang ke punden Desa Kudur untuk merebutkan gunungan dan nasi bancakan dari prosesi tersebut.

TRENDING :  Pergeseran Mutasi Jabatan Empat Danramil Di Jajaran Kodim 0718 Pati

Uniknya, warga Desa Kudur sendiri tidak boleh ikut merebutkan gunungan itu. Mereka meyakini bahwa gunungan dan bancakan yang mereka buat adalah sebagai rasa syukur mereka terhadapat hasil bumi yang melimpah. Sehingga perlu dishodaqohkan kepada warga desa lain.

Kepala Desa Kudur Wardoyo mengatakan, selain prosesi merebut gunungan dan bancakan di punden. Prosesi sedekah bumi dilanjutkan dengan pagelaran wayang golek yang merupakan satu-satunya di Pati.

TRENDING :  Pati Expo Rencana di Gelar Maret 2017
Sedakah Bumi Desa Kudur : Bagikan Gunungan dan Bancakan Ke Tetangga Desa
Foto: Warga tetangga desa ikut berebut gunungan sedekah bumi di punden desa Kudur, Kamis (26-07-2018). (Istimewa)

“Setiap tahun kita rutin mengadakan pagelaran wayang golek terutama saat sedekah bumi. Ini adalah bentuk rasa syukur kami atas hasil pertaniaan yang melimpah. Terutama hasil dari Ketela madu yang menjadi produk unggulan kami,” ungkapnya.

Dijelaskan, wayang golek ini adalah satu-satunya yang masih ada di Kabupaten Pati. Pasalnya, kesenian wayang golek ini sudah diturunkan oleh jaman nenek moyang warga desa tersebut sehingga tidak boleh ditinggalkan.

TRENDING :  H.Imam Suroso Bagikan Ribuan Bingkisan Lebaran Untuk Wong Cilik

“Kita meyakini jika wayang golek ini ditinggalkan maka akan timbul musibah,” katanya.

Prosesi sedakah bumi yang rutin diadakan setahun sekali ini, harap Wardoyo, bisa menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hasil panennya melimpah.

“Semoga hasil panen melimpah, selain itu juga terhindar dari musibah,” pungkasnya.(IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :