Sedekah Bumi Sebagai Ucapan Raya Syukur Dan Melestarikan Budaya

Sedekah Bumi Sebagai Ucapan Raya Syukur Dan Melestarikan Budaya

Kudus, isknews.com – Sedekah Bumi atau yang sering dikenal dengan nama Apitan merupakan kegiatan setiap tahunnya yang dilaksanakan dibeberapa daerah lain termasuk di Kabupaten Kudus, kegiatan sedekah bumi sendiri dilaksanakan sebagai lambang untuk rasa syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki melalui bumi berupa hasil bumi.

TRENDING :  Tari Kretek Akan Segera Luncurkan Buku Panduan

Sebagai negara yang dikenal dengan berbagai budaya, ras, dan bahasa yang ada di Indonesia, keanekaragaman budaya dalam pelaksanaan sedekah bumi sendiri bermacam – macam mulai dari Pertunjukan Seni Budaya Ketoprak, Kirab Hasil Bumi, Hajatan, pengajian, dll. Itu biasanya dilakukan di halaman masjid, Balai Desa setempat, perempatan jalan, maupun lainnya sebagai rasa syukur kita apa yang telah diberikan kepada Tuhan.

TRENDING :  Siap Pentas di TMII Drama Tari “Pesona Menara Kudus”

Untuk kegiatan sedekah bumi yang ada di Kabupaten Kudus dan sekitarnya pelaksaan dilakukan di Balai Desa setempat seperti membuat hiburan pagelaran budaya Wayang Kulit dan Ketoprak selama sehari semalam, dan jika dilaksanakan Kirab Hasil Bumi yang ditonjolkan dalam sedekah bumi yang dikirab merupakan hasil dari bumi seperti padi, biji – bijian, buah – buahan, sayur – sayuran, dll yang nantinya dido’akan oleh tokoh masyarakat setempat hingga perayaan sedekah bumi selesai.

TRENDING :  ​Sinergitas TNI/POLRI Dalam Membangun Rasa Kebersamaan Di Lokasi TMMD

Pelaksanaan sedekah bumi sendiri menurut kalender Jawa dilakukan pada bulan apit atau setelah bulan Syawal.(SM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post