Sedulur Maiyah Kudus Tadabburan Bahas Warta Sulaya atau Hoax

oleh
ISKNEWS.COM
Foto: Suasana tadabburan oleh Sedulur Maiyah Kudus. (istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Komunitas Sedulur Maiyah Kudus kembali menggelar semak tadabburan, di teras Museum Kretek Kudus, Selasa (29-5-2018) dimulai pukul 21.00 WIB dan tak terasa berlangsung sampai pukul 01.30 WIB menjelang sahur.

Tema “Warta Sulaya” atau lebih dikenal sebagai hoax sengaja dipilih dalam pembahasan terbukti ampuh menarik perhatian dan mampu menjadikan diskusi menjadi gayeng. Hoax yakni berita atau informasi bohong yang sengaja dibuat dan disebarkan oleh pihak tertentu dengan tujuan tertentu pula.

Ali, Ketua Komunitas Sedulur Maiyah Kudus menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan adalah dalam rangka peringatan 1 tahun Maiyah Kudus.

TRENDING :  Bulan Bhakti Karang Taruna Kudus 2017 : Bangkitkan Prestasi Dan Peran Aktif Pemuda Di Masyarakat

Hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya Habib Anies dari Pati dan Ipda Subkhan dari Satuan Intelkam Polres Kudus dan Sedulur Maiyah Kudus. Mereka sebagai pemantik diskusi berhasil membawa suasana diskusi membahas Warta Sulaya atau Hoax semakin menarik, sehingga jual beli pertanyaan dan jawaban membuat waktu berjalan dengan cepat.

Menurut Ipda Subkhan dari Satuan Intelkam Polres Kudus, Melihat perkembangannya yang semakin kompleks, maka hoax dapat digolongkan menjadi tiga yaitu propaganda, agitasi dan provokasi. Dijelaskan Subkhan, Penyebar hoax hakikatnya adalah seorang pencuri karena pencuri itu mengambil harta kita tanpa hak dan penyebar hoax itu mengambil akal dan pikiran kita, terang Ipda Subkhan.

TRENDING :  Wacana Situs Patiayam Di Tahun 2015

“Ancaman hukuman penjara 6 tahun dan dengan sampai 1 M sebagaimana tercantum dalam UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE tidak serta merta membuat takut dan menghentikan penyebaran hoax, karena hoax yang ada dibalut dengan firman Tuhan, sehingga menyebarkannya dianggap sebagai perintah Tuhan yang harus dilakukan,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Habib Anies menyampaikan bahwa warta sulaya atau hoax lahir dari adanya kepentingan, yaitu kepentingan ideologi, kepentingan ekonomi dan kepentingan kekuasaan. Penerima informasi adalah pion-pion yang digerakkan oleh dalang, dan dalangpun ternyata ada yang membayarnya. Artinya lebih baik diam dari pada yang kita lakukan banyak mudhorotnya.

TRENDING :  Dilakukan Dari Rumah ke Rumah, PSN dengan 3M di Tumpang Krasak

“Jangan menambah masalah kalau tidak dapat menyelesaikan masalah. Cukup dikatakan sebagai pendusta bila dia selalu meneruskan yang ia baca tanpa tabayyun atau kroscrk kebenarannya terlebih dahulu,” ujar Habib Anies. (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :