Sejarawan Dukung Pembentukan TACB

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Keinginan Komisi C DPRD Jepara agar di Jepara dibentuk Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) mendapatkan dukungan dari sejarawan di Jepara. Salah satunya yakni Thobroni. Menurut Thobroni, Hal ini lantaran di Jepara memiliki banyak situs budaya dan sejarah yang hilang dan tidak terdeteksi. Selain itu juga ada yang belum jelas statusnya. Dirinya mencontohkan, hilangnya bangunan pelabuhan lama di barat pasar Jepara Satu. Kini bekas bangunan pelabuhan, hanya tersisa lantai. “Jika tidak segera ada penanganan, maka identitas Jepara bisa hilang,” katanya.

Menurut Thobroni, beberapa situs yang rawan dan perlu dilakukan upaya pendekatan diantaranya yakni, Benteng VOC di kompleks makam pahlawan, Pendopo kabupaten, Pintu air kanal hingga Gereja tua di dekat Benteng Portugis. “Gereja itu cukup unik dan sebagai penanda masuknya Kristen dan perkebunan disana,” jelasnya.

TRENDING :  Kadinsosnakertrans Jepara : Banyak Perusahaan Besar Di Jepara Masih Butuh Tenaga Kerja

Terkait dengan kekhawatiran minimnya sumber daya manusia yang mengisi pos TACB, Thobroni menyatakan jika SDM di Jepara relatif banyak yang memiliki kualifikasi untuk mengisi TACB. “Jepara cukup banyak yang bisa mengisi di TACB, yang terpenting komitmen pemerintah. Pemerintah justru bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Jepara Sunarto mengatakan, Jepara sejak dulu kala sudah dikenal sebagai daerah yang strategis baik dalam perniagaan dan pemerintahan. Untuk itu, dimungkinkan banyak situs sejarah yang ada dan belum jelas statusnya. “Kita akan mendorong pemerintah membentuk TACB ini, sebab sangat penting,” kata anggota dewan dari fraksi Nasdem ini.

TRENDING :  Jepara Harus Bentuk Tim Ahli Cagar Budaya

Akan tetapi, sebelum dibentuk TACB itu, kata Sunarto, harus dibentuk terlebih dahulu payung hukumnya agar jelas semuanya termasuk soal penganggarannya. Sebelumnya harus dibuat perda terlebih dahulu, agar jelas status hukumnya. Untuk itu, Komisi C DPRD Jepara melakukan studi banding ke Bantul dan Sleman untuk mengetahui sejauh mana standar kompetensi dan prosedur persyaratan pengangkatan menjadi TACB. “Namun sepertinya di Jepara terkendala dengan sumberdaya manusia untuk mengisi pos TACB itu. Upaya konkritnya, nanti harus bekerjasama pihak lain termasuk perguruan tinggi yang punya spesifikasi tersebut,” jelasnya.

“Apabila tinggalan budaya itu bisa dijadikan sebagai cagar budaya, maka selanjutnya dibuatlah naskah rekomendasi sebagai bukti telah dilakukan pengkajian. Rekomendasi ini yang akan digunakan oleh bupati untuk penerbitan SK penetapan status dan peringkatnya,” katanya.

TRENDING :  Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

Di Jepara, menurut Sunarto, juga didapati sejumlah peninggalan budaya yang membutuhkan kejelasan status. Sunarto mencontohkan gapura di jalan raya dekat makam Mantingan. Keberadaannya kini sudah cukup mengganggu jalan dan sudah ada usulan untuk dilakukan pembongkaran.

“Akan tetapi, kita sampai sejauh ini belum tahu status gapura itu, apakah termasuk benda cagar budaya atau tidak. Dikhawatirkan gapura itu merupakan peninggalan Ratu Kalinyamat sehingga tentu berusia ratusan tahun dan termasuk cagar budaya. Semuanya tentu akan lebih jelas jika ada TACB yang mengkajinya. Selain itu di lokasi-lokasi lain juga masih banyak peninggalan yang butuh kejelasan status,” imbuhnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*