Sektor Pariwisata Kudus Selain Religi Terus Digenjot

oleh
Sektor Pariwisata Kudus Selain Religi Terus Digenjot
Tim jalan-jalan ISK TV Channel saat wisata ke air terjun kwdung gender, Dukuh waringin, Dawe Kudus. (Dok. ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sektor wisata nonreligi di Kabupaten Kudus terus digenjot, hal itu sebagai upaya untuk tidak menumbuhkan peluang para investor di sektor pariwisata non religi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Yuli Kasiyanto melalui Kepala Bidang Pariwisata Sri Wahyuningsih membenarkan hal itu. Menurutnya, Perkembangan pariwisata di Kudus setiap tahun mengalami peningkatan yang bagus dan kini sektor pariwisata tidak hanya didominasi obyek wisata religi saja, melainkan pariwisata non religi pun saat ini mulai tumbuh dan bahkan ini bisa berkembang menjadi ikon baru pariwisata di Kudus.

TRENDING :  Diringi Pawai Dan Arak Arakan Dokar Hias DPD Partai Perindo Daftar Ke KPU Kudus

“Memang saat potensi yang ada di Kudus mulai banyak digali oleh sejumlah pihak dan tampaknya hal tersebut bisa menjadi industri pariwisata ,” jelasnya saat ditemui isknews.com, Rabu (8/8/2018).

Ia juga menuturkan, potensi yang dimunculkan tersebut memang rata – rata dari potensi alam yang ada di sejumlah desa di Kudus, dan tentunya ini akan menambah daftar obyek wisata yang ada di Kudus utamanya yang non religi. “Pihaknya optimis apabila dikelola secara profesional akan berkembang dengan baik,” harapnya.

TRENDING :  Siraman Air Kembang Tandai Persiapan Pensiun

Wisata religi masih mendominasi di Kudus, yakni sekitar 700 – 800 orang wisatawan, sedangkan untuk non religi hanya sekitar 400 – 500 orang. Memang ini bukan pekerjaan yang mudah, untuk mewujudkannya perlu pengelolaan yang baik.

Masih kata Sri Wahyuningsih, ada satu obyek wisata yang kini memang bisa dikatakan primadona baru di Kudus, yakni Air Terjun Kedung Gender di Desa Dukuh Waringin, Kecamatan Dawe Kudus.

TRENDING :  Dua Luka Dalam Laka Lantas di Jembatan Kali Guno

Saat ini, lanjutnya, obyek wisata tersebut sudah dikelola dengan baik oleh pokdarwis setempat, bahkan pemasukannya pun bisa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa tersebut.

“Pengelolaan potensi yang ada di desa memang perlu perencanaan yang matang. Ini dimaksdukan ketika sudah resmi menjadi obyek wisata jangan sampai mengecewakan pengunjung, karena tidak sesuai dengan harapan,” tandasnya (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :