Selain Akta Kelahiran, Akta Kematian Juga Dokumen Penting Bagi Data Base Kependudukan

oleh

Kudus, isknews.com – Warga pada umumnya masih belum paham dan belum merasa penting akan kepemilikan akta kematian. Warga merasa akta kematian tersebut hanya penting bagi mereka dengan ekonomi menengah keatas yang memiliki warisan saja.

Salah satu pentingnya akta kematian adalah untuk validasi data kependudukan, kematian wajib dilaporkan oleh pemerintah desa/kelurahan ke Disdukcapil. Disdukcapil kemudian keluarkan akta kematian, untuk validasi data kependudukan, agar yang sudah mati tidak masuk lagi data base kependudukan.

Selain itu dapat digunakan untuk pengklaiman asuransi ataupun perbankan, taspen dan urusan lainnya,”

Upaya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus untuk menyosialisasikan pentingnya akta kelahiran, terus dilakukan. Salah satunya dengan menggandeng pihak desa.

TRENDING :  Dinsos P3AP2KB Kudus Peringati Harganas, Ingatkan Pentingnya Cinta Dalam Keluarga

Karena selain akta kelahiran, akta kematian juga sama pentingnya. Karena itu, memang harus ada upaya lebih guna menyadarkan masyarakat. Karena banyak yang enggan mengurus akta kematian, padahal fungsinya juga penting.

”Termasuk untuk pemerintah, akta kematian itu juga sama pentingnya. Karena akta kematian juga berfungsi supaya data kependudukan yang ada di Indonesia ini juga bisa mendekati valid,” terangnya Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencatatan Sipil Titit Sri Harjanti.

Pihak desa, menurut Titit, juga diminta berperan aktif melaporkan warganya yang meninggal. Apalagi pihaknya sudah memiliki grup WhatsApp, sebagai sarana komunikasi sekaligus pelayanan administrasi kependudukan.

”Di grup itu, kepala desa bisa melapor warganya yang meninggal. Termasuk juga menguruskan akta kematian. Kades juga bisa menyosialisasikan bagaimana pentingnya akta kematian itu kepada warganya,” paparnya.

TRENDING :  Laka Karambol di Jalur Pantura Pati – Juwana

Untuk syarat akta kematian yakni surat keterangan dari desa atau rumah sakit, dan kartu keluarga asli. Karena nantinya almarhum namanya akan langsung dihapus di kartu keluarga karena sudah meninggal.

Manfaat memiliki akta kematian antara lain untuk klain asuransi, menetapkan ahli waris,menetapkan wali bagi anak yang belum berumur 18 tahun, dan menetapkan waktu tunggu atau iddah bagi janda yang akan kawin.

Dari data yang ada, untuk capaian penerbitan akta kematian hingga November 2017 sudah mencapai 5.325 orang. Sebanyak 3.005 berjenis kelamin laki-laki, dan sebanyak 2.320 berjenis kelamin perempuan.

TRENDING :  24 Penyandang Disabilitas di Kudus Terima Bantuan Alat dari Dinsos Jateng

Pihaknya berharap, agar masyarakat semakin menyadari pentingnya akta kelahiran dan kematian. ”Karena semua ada manfaatnya. Untuk akta kelahiran dan kematian juga merupakan amanat undang-undang dan banyak aturan yang dibuat. Seperti UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Adminduk. PP Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Adminduk, dan Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil. Terakhir juga muncul Permendagri Nomor 9 Tahn 2016 tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran. Tapi semuanya sudah dimudahkan prosesnya,” imbuhnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :