Selain Padamkan Api, TRC SIGAP Kerjasan Dibekali Teknik Dasar Hingga Penggunaan APAR

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Tim Reaksi Cepat (TRC) Siap, Tanggap, Peduli (SIGAP) Kelurahan Kerjasan, Kota Kudus mendapat pelatihan memadamkan api. Seluruh personel yang berjumlah 30 orang tampak serius mengikuti kegiatan yang dilangsungkan di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Minggu (28/10/2018)

Puluhan warga/masyarakat yang bergabung dalam tim TRC SIGAP harus tanggap setiap terdapat kejadian menonjol. Hal ini merupakan wujud partisipasi masyarakat ikut menjaga ketenteraman dan ketertiban umum serta penanganan dini terhadap potensi bencana yang dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Lurah Kerjasan melalui Kasi Ketenteranan dan Ketertiban (Trantib) Gatot Prasetyo mengungkapkan bahwa dibentuknya tim reaksi cepat ini adalah suatu bentuk antisipasi terhadap potensi potensi gangguan trantibum maupun potensi bencana di wilayah kerjanya itu.

TRENDING :  Tangani Kekeringan, BPBD Hanya Anggarkan 22 Juta

“Dengan adanya TRC SIGAP, langsung ditangani begitu ada kejadian. Karena kami tidak mungkin hanya menunggu dari Tim BPBD Pemkab atau pihak lain yang terkait,” ujarnya,

Awalnya, kata Gatot, masyarakat mengungkapkan adanya kekhawatiran dari warga tentang potensi gangguan trantib dan potensi bencana. Dari alasan tersebut muncullah gagasan untuk membangkitkan partisipasi masyarakat setempat dalam menjaga wilayahnya sendiri.

TRENDING :  PDAM Kudus Targetkan 4000 Pelanggan

“Selanjutnya kami kumpulkan warga, terutama karang taruna. Siapa yang mau ikut langsung jadi anggota,” terang Bapak dua anak ini.

30 anggota TRC SIGAP ini terdiri dari anggota karang taruna dan anggota Linmas warga setempat. Secara kelembagaan, sambung dia, tim beserta kepengurusannya itu dikuatkan dengan payung hukum berupa Keputusan Lurah Kerjasan, Kota Kudus.

Pada latihan yang digelar sore hari itu dikhususkan pada penanganan kebakaran, mengingat kondisi wilayah kerjasan yang memiliki wilayah dengan akses jalan yang sangat sempit. Sehingga menyulitkan masuknya akses mobil pemadam kebakaran apabila sampai terjadi kebakaran di wilayah kerjasan.

TRENDING :  BPBD Salurkan Logistik ke Wilayah Terdampak Bencana

“Selain itu, kebakaran akan bisa tertangani apabila segera diambil tindakan selambat-lambatnya 7-10 menit. Dan itu tidak mungkin bisa dilakukan oleh Damkar Pemkab atau BPBD,” tambahnya.

Selain memadamkan api, personel TRC SIGAP juga dibekali dengan pengetahuan dasar tentang kejadian (kebakaran, red). Termasuk pembekalan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) serta cara perawatannya.

“TRC SIGAP yang dibentuknya ini mendapat support seluruh warganya. Yakni untuk bersama-sama peduli menjaga wilayahnya termasuk antisipasi terhadap segala sesuatu yang terjadi di wilayahnya,” Harap Gatot (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :