Selama 2 Bulan, Bea Cukai Kudus Sita 4 Juta Rokok Ilegal

by
isknews
(Foto : Dokumentasi pemusnahan rokok ilegal pada 21/9/2016)

Kudus, isknews.com – Hanya dalam kurun waktu dua bulan, Kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai (TMC) Kudus berhasil melakukan 13 penindakan.

isknews
(Foto : Dokumentasi pemusnahan rokok ilegal pada 21/9/2016)

“Penindakan yang terjadi pada bulan januari dan februari 2017 tersebut tercatat dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp. 5.151.142.600, dengan potensi kerugian negara senilai Rp. 3.078.725.112, dengan jumlah jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 4.384.480 batang,”Terang Kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai (TMC) Kudus Suryana melalui Rini, Kepala seksi penyuluhan dan pelayanan informasi.

“Penindakan terjadi di wilayah kerja KPPBC YMC Kudus, meliputi eks Karesidenan Pati diantaranya Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora dengan total wilayah seluas 5.741,5 km2,”ujarnya

TRENDING :  Industri Menjelang Lebaran

Perlu diketahui, lanjutnya, bahwa pengguna Jasa di KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus lebih didominasi oleh pengusaha hasil tembakau yaitu sebanyak 95 (sembilan puluh lima) perusahaan, yang tersebar di seluruh wilayah kerja KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus.

TRENDING :  Gertak Birahi, untuk Penambahan Populasi

Namun, dirinya menambahkan, percepatan pertumbuhan investasi di wilayah kerja KPPBC TMC Kudus telah merubah pandangan selama ini dari kantor yang fokus melakukan pelayanan di bidang cukai, menjadi layanan di bidang kepabeanan dan cukai.

“Hal ini menuntut KPPBC TMC Kudus untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada agar mampu secara simultan melaksanakan pelayanan sesuai yang diharapkan pengguna jasa dan melaksanakan pengawasan untuk mencegah terjadinya pelanggaran ketentuan perundang-undangan Kepabeanan dan Cukai,”Terang Rini

TRENDING :  Polres Kudus Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

“Keberhasilan penindakan ini semakin membuktikan kesungguhan pemerintah, khususnya Bea Cukai, dalam upaya memerangi cukai ilegal yang meresahkan masyarakat dan sekaligus merugikan negara,” pungkasnya (AJ/isknews.com)

KOMENTAR SEDULUR ISK :