Selama 2017 SD 1 Margorejo Sudah Dua Kali Disatroni Maling

Selama 2017 SD 1 Margorejo Sudah Dua Kali Disatroni Maling

Kudus, ISKNEWS.COM – Fakta baru terungkap dari peristiwa pencurian yang terjadi di SD 1 Margerejo, Kecamatan Dawe pada Senin (20/11/2017) lalu. Ternyata ini bukan kali pertama sekolah tersebut kemalingan, melainkan sudah dua kali dalam kurun waktu 2017.

Yang pertama terjadi pada 02 Januari 2017. Kala itu satu unit laptop Axio berhasil digondol. Kemudian yang kedua pada 20 November 2017 kemarin, dengan tiga pelaku yang berhasil digerebek warga setempat. Kejadian kedua para pelaku sudah berhasil mengantongi uang sebanyak Rp 410 ribu.

Kepala SD 1 Margorejo Sutaman menduga pelaku pencurian yang tertangkap merupakan satu komplotan dengan pencuri sebelumnya. Sebab, peristiwa pencurian di SD tidak hanya terjadi di sekolahnya, banyak sekolah yang juga menjadi korban.

Kepala SD 1 Margorejo Sutaman saat menunjukkan barang yang diacak-acak pencuri. (ISKNEWS/MUKHLISIN)

“Di Kudus sudah banyak peristiwa serupa, di mana para pelaku mengincar uang dan barang elektronik yang ada di sekolah. Bisa jadi pelakunya satu komplotan,” tutur Sutaman saat ditemui ISKNEWS.COM di kantornya, Selasa (21/11/2017).

TRENDING :  Sekolah SD Disatroni Maling

Tak hanya itu, pencurian di sekolah selalu dilakukan pada malam hari. Seperti yang terjadi di sekolahnya pada awal tahun ini, diperkirakan pencuri beraksi pukul 18.30 WIB. “Kami berharap para pelaku mendapatkan hukuman maksimal agar jera,” ujarnya.

Sutaman menambahkan, pada pencurian kali ini awalnya pihak sekolah hanya mengira para pelaku menyasar ruang guru saja. Ternyata keesokan harinya diketahui ruang kelas enam juga berantakan diacak-acak pencuri.

Hal itu diketahui setelah salah satu siswa melapor kepada guru kelas enam. Beruntungnya tidak ada barang yang dibawa kabur, karena di dalam almari hanya berisi buku. Meski begitu, aksi pencurian cukup membuat para guru panik, karena banyak data yang apabila dilarikan bakal bikin pusing kepala.

TRENDING :  Kaca Mobil Dipecah, 55 Juta Raib

Diberitakan sebelumnya tiga pemuda yang masih dibawah umur membobol SD 1 Margorejo pada Senin (20/11/2017) malam. Tiga pelaku yang tertangkap basah diketahui merupakan warga Karangmalang, Kecamatan Gebog. Yakni AK (14), MW (15), dan ADE (15).

Satu pelaku ADE merupakan salah satu siswa SMK ternama di Kudus. Hal itu diketahui berdasarkan pengakuan ADE dan baju osis yang masih dikenakannya saat beraksi. “Pelaku ini masih menggunakan seragam OSIS. Setelah diinterogasi memang benar merupakan siswa salah satu SMK di Kudus,” tambahnya.

Kronologi penggerebekan bermula saat Sutrisno hendak menghidupkan lampu TK Margorejo pada pukul 19.30 WIB. Saat itu dia melihat ada tiga orang tak dikenal memaksa masuk ruang kantor guru SD 1 Margorejo melalui kaca jendela.

Melihat hal itu Sutrisno memberitahu penjaga SD 1 Margorejo dan warga setempat untuk melakukan penggerebekan. Saat penggerebekan satu pelaku WM sempat kabur ke arah barat yang kondisinya gelap. Sementara dua pelaku masih terjebak di dalam ruangan.

TRENDING :  Audiensi ALIP dan Kajari Kudus Kasus Bansos Gerobak PKL Dan Mesin Jahit Ditangani Kejati

“Setelah dikejar warga dan sempat menghilang di kegelapan, akhirnya WM berhasil ditemukan dan sempat dihajar massa. Diketahui juga dari saku pelaku sudah mengantongi uang hasil curian sebanyak Rp 410 ribu,” cerita Sutaman.

Beruntung ada kepala desa setempat yang berhasil meredam emosi warga. Para pelaku kemudian dibawa ke rumah Kades dan diserahkan ke Polsek Dawe. Hingga kini kasus tersebut masih diproses kepolisian.

Sementara itu Unit PPA Polres Kudus saat dikonfirmasi ISKNEWS.COM, Selasa (21/11/2017), menyampaikan, saat ini penyelidikan dilimpahkan ke Polsek Gebog karena ditemukan fakta baru, para pelaku sudah banyak melakukan aksinya di beberapa sekolah di Kecamatan Gebog. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post