Seleksi Persiku Junior, 30 Pemain Lolos Tahap Selanjutnya

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebanyak 30 pemain yang mengikuti seleksi Persiku Junior Zona 1 berhasil lolos ke tahap berikutnya. Mereka berhasil menyingkirkam ratusan peserta lainnya pada hari pertama seleksi Zona 1, yang diperuntukkan Kecamatan Jekulo, Mejobo dan Kota.

Seleksi pemain Persiku Junior Zona 1 digelar di Lapangan Desa Megawon, Kecamatan Jati, Jumat (21/12/2018). Seleksi hari pertama ini disaksikan langsung Bupati Kudus M Tamzil. Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua Askab PSSI Kudus Sutrisno, Kepala Desa Megawon Nurasag, dan manajemen Persiku Junior.

Manajer Persiku Junior Sukma Oni Iswardani mengatakan, antusias para pemain untuk masuk skuad Macan Muria Muda sangat luar biasa. Hal itu dibuktikan dengan keikutsertaan pemain dari luar daerah.

“Zona 1 ada cukup banyak pemain luar daerah yang mengikuti seleksi. Tiga di antaranya dari Papua,” katanya kepada ISKNEWS.COM.

Asisten Manajer Persiku Junior Fery Fermansyah menambahkan, atmosfer sepak bola di Kudus kembali bergairah semenjak Bupati Tamzil yang dijuluki sebagai Bapak Persiku kembali menjadi orang nomor satu di Kota Kretek.

Salah satu bukti nyatanya adalah meriahnya kompetisi Divisi II Kudus yang digelar Askab PSSI Kudus beberapa saat lalu. Kompetisi yang diperuntukkan pemain usia 19 tahun tersebut diikuti 28 kesebelasan, yang tercatat terbanyak sepanjang sejarah.

TRENDING :  LIVE MATCH : Wahab Cetak Gol Cepat, Persiku Sementara Unggul 0-1 Atas Persegal

“Kita ingin melanjutkam gairah sepak bola yang sudah dimulai sejak kompetisi Askab Divisi II. Kita persiapkan Persiku Junior sejak jauh hari untuk mengusung target besar juara nasional,” tegasnya.

Nantinya, lanjut Fery, seleksi yang dibagi menjadi empat zona ini diharapkan dapat memunculkan pemain hebat. Termasuk para pemain yang memiliki bakat terpendam namun tidak masuk klub sepak bola.

Persiku junior
Bupati Kudus M Tamzil menyambut gembira digelarnya seleksi pemain Persiku Junior. Dia menilai adanya seleksi jauh hari seperti ini merupakan wujud keseriusan manajemen untuk memajukan sepak bola Kudus. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Bupati Tamzil yang menyaksikan langsung seleksi Persiku Junior Zona 1 menyampaikan, gawe besar yang diusung pihaknya adalah menghidupkam kembali kejayaan sepak bola di Kudus.

Meskipun tidak mudah namun ia optimistis mampu memenuhi target yang ditetapkan. “Saya ingin Kudus tidak hanya dikenal jenangnya saja atau soto maupun sate kerbaunya. Tapi sepak bolanya juga harus dikenal,” tandasnya.

Tamzil berpesan agar para pemain bersungguh-sungguh mengikuti seleksi dan meminta tidak patah semangat. Seperti para pemain hebat di luar negeri yang berkeinginan menjadi pemain profesional, mereka kemana-kemana selalu berlatih.

“Diresapi betul. Berlatih dan berlatih seperti pemain hebat di luar negeri. Mereka kemana-mana selalu membawa bola,” tuturnya.

TRENDING :  41 Peserta U13 Putri Dan 29 Peserta U15 Putri Lolos Tahapan Screening Hari Pertama

Ditambahkan, rencananya pada 19 Januari 2019 akan dilaksanakan launching Persiku, baik senior yang bermaim di Liga 3 maupun junior. Pada acara itu bakal diramaikan grup musik nasional Padi Reborn.

Persiku junior
Asisten Manajer Persiku Junior Ayatullah Khumaini memberikan pengarahan kepada 35 pemain seleksi Zona 1 yang lolos ke babak selanjutnya. Dia meminta pemain harus disiplin, jika tidak akan dicoret. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Asisten Manajer Persiku Junior Ayatullah Khumaini menambahkan, Kudus bakal menjadi fenomena baru sebagai kota yang masyarakatnya gila bola. Biasanya tradisi gila bola hanya berlaku di Jawa Tengah (Jateng) selatan. Di bagian utara tradisi itu dimiliki Jepara.

Musim 2019 Kudus akan tampil dan menjelma sebagai kekuatan baru. Apalagi Persiku Junior sudah pernah membuktikan diri sebagai juara Piala Soeratin Zona Jateng musim 2017, dan mampu finish di perempat final Piala Soeratin tingkat nasional yang diikuti masing-masing provinsi.

Disinggung mengenai calon lawan berat, Khumaini menyebut daerah selatan seperti Kendal, Banyumas, Tegal kemungkinan menjadi penantang serius. Selain itu musuh bebuyutan Solo dan Semarang juga tidak akan mudah dilewati Persiku Junior musim 2019.

“Pembinaan usia dini tim-tim yang memiliki tradisi bola baik sangat bagus. Kekuatan Jepara dan Pati tidak bisa kita remehkan, merkea juga tampil bagus musim ini,” tukas mantan Manajer Persiku Junior 2011 itu.

TRENDING :  Bupati Serahkan Perdana "Program Santunan Kematian Sehari Cair"

Seleksi Zona 1 kembali dilanjutkan pada Sabtu (22/12/2018). Dari 30 pemain yang lolos hanya akan diambil 15 pemain saja ditambah dua atau tiga penjaga gawang. Kepada para pemain ia meminta agar serius dan disiplin.

“Hari kedua seleksi pukul 15.00 WIB harus sudah di lapangan. Kalau sampai telat akan saya coret karena tidak disiplin. Kita butuh pemain yang serius untuk membawa Kudus juara nasional,” katanya tegas ketika memberi arahan kepada 30 pemain yang lolos seleksi tahap dua.

Komite Teknik Persiku Junior Wijiono mengungkapkan, dalam seleksi dari tim pelatih mengawasi para pemain di posnya masing-masing. Seperti Agus Santiko hanya fokus posisi penyerang, Rizal posisi belakang, dan Agus Gunawan untuk posisi penjaga gawang.

“Dari hasil seleksi 170 pemain akhirnya diputuskan hanya diambil 30 pemain yang lolos. Selanjutnya akan kembali dikerucutkan menjadi 15 pemain, yang akan kembali diadu lagi pada tahap final dari empat zona,” pungkasya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :