Seli, Juara Nasional yang Besar dari Sampah Plastik

oleh
Seli, Juara Nasional yang Besar dari Sampah Plastik
Foto: Seli Inayati, warga Kudus yang berhasil menjadi juara pidato bahasa jepang tingkat nasional. Selasa (17-07-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Tak disangka, mahasiswi cantik yang menjadi Juara Nasional Pidato Bahasa Jepang ini, dibesarkan dari sampah plastik. Ia adalah Seli Inyati. Wanita yang bernama itu memiliki Ayah seorang pengepul sampah plastik, yang kini disebut bangga dan menjadi Sang Ayah sebagai inspirasinya dalam meraih gelar juara.

Warga Desa Jati Kulon ini menceritakan, saat SMP dirinya pernah malu dengan teman-teman karena dijemput Ayahnya, dengan pikap yang berisikan sampah plastik. Tak ayal, Seli kerap ditolak diolah ke sekolah karena malu dengan profesi Ayahnya hanya seorang pengepul sampah plastik.

Namun, semua rasa malu itu berubah saat banjir besar menimpa Desanya. Seli demi ceritanya, dalam banjir besar Itu Ayahnya bekerja keras membantu warga menyelamatkan rumah dari banjir.

“Malam itu, saya lihat ayah buat para warga mengisi sampah dengan tanah dan pasir. Kantong plastik yang digunakan untuk membendung rumah dari air banjir. Tentang kami tentang sampah berubah. Sampah yang selama ini dipandang kotor, ternyata bisa bermanfaat bagi kehidupan,” jelas Seli.

Ia mengaku, semenjak kejadian itu, Seli tak malu lagi memiliki Ayah yang bekerja sebagai pengepul sampah. Mahasiswa Jurusan Bahasa Jepang, Universitas Negeri Semarang ini juga menyadari dari pekerjaan yang bisa hidup dan bisa mengenyam manisnya pendidikan.

Kisah tersebut, kemudian diangkat menjadi tema Lomba Pidato Bahasa Jepang tingkat Jawa Tengah. Dan tak disangka, banyak orang yang terpukau dan tersentuh dengan kisah yang Seli angkat.

“Sebenarnya dulu saya ingin mengangkat tema soto kerbau sebagai lambang harga di Kudus. Namun, saya mengalami kesulitan dalam mencari data yang berhubungan dengan sejarah soto kerbau, perjalanan Sunan Kudus dan lain-lain. Dari situ, saya terpikirkan bahwa tidak ada kisah hidup keluarga saja,” terangnya.

Imbuhnya, “ternyata hal tersebut diapresiasi baik oleh dosen dan orang tua saya. Ayah dan Ibu saya, juga bisa pidato pidato saya. Dan hal itu juga terjadi pada tingkat Jawa Tengah dan Nasional,”

Setelah dinobatkan sebagai juara tingkat nasional, Seli akan melangkahkan petak tingkat yang lebih luas yaitu ASEAN. Kepada isknews.com, ia mengaku terus melakukan beberapa persiapan dan latihan untuk bisa menghipnotis para juri dengan kisahnya.

“Sejujurnya saya juga tidak menyangka bisa enjadi juara nasional. Karena mulanya saya hanya coba-coba saja. Namun, kini saya bisa mengajak orang-orang untuk tidak malu dengan profesi orangtuanya. Dan lebih peduli dengan sampah yang selama ini dianggap kotor, nyatanya bisa menjadi lahan mencari nafkah dan menyelamatkan masyarakat dari bencana banjir. ” pungkasnya. (NNC / WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Bea Cukai Kudus Amankan Rokok Tanpa Pita Cukai Senilai Rp 960 Juta