Semenajung Muria Pati Diguncang Gempa 4,3 SR

oleh
Foto: Pusat gempa di Semenanjung Muria yang dirilis melalui twitter @bmkg_semarang, Kamis (03-05-2018). (istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Sekitar pukul 05.47 wib, Kamis (03-05-2018) warga Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati mengalami kepanikan. Pasalnya wilayah yang berada di pesisir laut tersebut mengalami guncangan akibat gempa.

Dari data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng melalui akun twitternya @bmkg_semarang, gempa tektonik yang terjadi memiliki kekuatan Magnitudo 4,3SR yang terjadi di semenanjung Muria tersebut dengan Episenter pada koordinat 6.42 LS dan 111.07 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 36,6 km arah utara Kota Pati pada kedalaman 12 km.

Akibat guncangan gempa yang terjadi pagi hari tersebut, sejumlah warga berlarian ke luar rumah. Mereka ketakutan jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun guncangan hanya terjadi beberapa saat, kemudian mereda.

TRENDING :  ​Kunjungi Kudus Extention Mall, Komisi B DPRD Kudus Kecele Tak Ditemui Manajemen

Menurut keterangan salah seorang warga Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti, Aris Sukrisno, gempa hanya dirasakan beberapa detik saja. Ia juga tidak melihat ada kerusakan berarti akibat gempa tersebut.

“ Guncangan gempa yang terasa hanya sekitar dua detik, itu pun pelan. Sementara ini saya lihat ya ndak ada rumah warga yang rusak. Tapi kalau hanya genting mlorot satu apa dua itu kan wajar, saya tidak tahu kalau di luar desa sini,” terangnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (03-05-2018).

TRENDING :  Usai Teken Kontrak Laskar Saridin Intensif Latihan

Ia juga mengaku sudah menghubungi 10 kepala desa di Kecamatan Dukuhseti dan hasilnya tidak ada warga atau permukiman yang mengalami kerusakan.

“Kalau di Banyutowo gempanya terasa sampai ke dermaga, tetapi tidak sampai mengakibatkan perahu atau kapal nelayan rusak,” imbuhnya.

Sementara, BMKG menyebutkan, seperti yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) bahwa guncangan gempa dirasakan di Muria, Pati dan Jepara dalam skala intensitas II SIG-BMKG atau II-III MMI.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa dangkal akibat sesar lokal. Jika ditinjau lokasi episenternya gempa ini berada di sekitar zona Sesar Muria. Namun demikian untuk memastikan sumber pembangkit gempa ini perlu ada kajian lebih lanjut.

TRENDING :  Unggul Atas Persikaba Blora, Berikut Evaluasi Skuat Persipa Pati

Hingga berita ini ditulis, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat di sekitar wilayah Muria, Pati Dan Jepara dihimbau agar tetap tenang, karena gempa ini belum berpotensi merusak.

Gempa Muria ini sangat menarik perhatian, karena di zona ini memang akhir-akhir ini cukup aktif secara seismik. Tercatat sudah beberapa terjadi gempa di zona tersebut yang dirasakan cukup signifikan, yaitu pada 1890, 23 Oktober 2015, dan 18 Juli 2016. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :