Sempat Dihalang-halangi Keluarga Pelaku Mutilasi, Pihak Keluarga Pati Bersikeras Rawat Cucunya

oleh

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Pihak keluarga Siti Saidah (21) alias Nindy sempat memiliki firasat buruk, sebelum korban ditemukan terbunuh dengan cara yang sadis yakni dimutilasi dan dibakar oleh suaminya sendiri, MK (24) warga Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Bogor, Jawa Barat, sepekan yang lalu.

Sebelum korban ditemukan meninggal dunia dengan cara mengenaskan, Kakak pertama korban, Srimurwati yang saat ini menjadi TKW di Hongkong, sempat bermimpi didatangi korban dengan tubuh penuh darah.

“Kalau saya tidak memiliki pertanda apa-apa, tetapi beberapa hari sebelum ditemukan, anak saya yang tinggal di Hongkong mimpi didatangi korban dengan kondisi berlumuran darah,” ungkap ayah korban, Saryadi saat ditemui awak media di rumah duka Dukuh Sidomulyo RT 05/RW 01, Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Pati, Kamis, (14/12/2017) siang.

TRENDING :  Dua Gol Wahab Bawa Persiku Gulung Persipa

Dikisahkannya, sejak menyelesaikan bangku pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Jekulo, Kudus. Korban memutuskan untuk bekerja di luar daerah. Dari sana, korban berkenalan dengan suaminya, MK.

Hingga akhirnya, korban memutuskan menikah dengan pelaku tepat tiga tahun yang lalu, atas dasar cinta. Dari hasil pernikahan itu, mereka dikarunia seorang buah hati bernama Arfi (13 bulan).

“Setahu saya MK itu kalau datang ke sini, gak penah kasar atau melihatnya marah kepada anak saya. Anak saya sendiri pun tak pernah bercerita tentang persoalan rumah tangganya,” tuturnya.

Saryadi mengaku, mendapatkan telpon dari putri bungsunya itu tiga bulan yang lalu. “Nindy bertanya tentang keadaan keluarga di Pati bagaimana.”

Tiga hari sebelumnya, imbuh Saryadi, dirinya sempat di telepon oleh pelaku, MK. Dia berdalih, apakah Nindy pulang ke Pati karena korban tidak pulang beberapa hari ini, Sabtu (09/12/2017).

TRENDING :  Akbid Pemkab Kudus Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Angkatan 2018/2019

Kepanikan sempat terjadi di tengah keluarga yang berada di Kabupaten Pati, bahkan kakak korban sempat mengumumkan kehilangan orang dengan ciri-ciri tatto di bagian tubuhnya.

“Saya tahunya ada pemberitaan di televisi, kalau anak kami sudah meninggal dunia di Karawang, Selasa (12/12/2017). Kami langsung ke Karawang, dan tidak menyangka musibah ini menimpa kepada kami,” sebutnya terbata-bata.

Hak Asuh Anak
Sesampainya di Karawang selain mengidentifikasi bahwa korban benar-benar anaknya. Saryadi dan istrinya juga mendatangi rumah mertua Nindy, untuk mengambil cucunya yang selama ini dititipkan Nindy di sana.

TRENDING :  Arisan PKK Mintorahayu Di Bulan Ramadhan Bagikan THR Dan Doorprice

Proses pengambilan cucunya itu sempat alot, karena pihak keluarga MK selaku pelaku pembunuhan ngotot untuk merawatnya. Saryadi bersikeras untuk merawat cucunya itu, karena perbuatan keji dan sadis oleh pelaku.

“Kami membawa Arfi pulang ke Pati dan sampai rumah Kamis (14/12/2017) kemarin,” jelasnya.

Rencananya, jenazah almarhumah akan tiba di Bumi Mina Tani pada pukul 13.30 WIB, Jumat (15/12/2017) hari ini. Meski begitu, sejak semalam pihak keluarga sudah menggelar doa di rumah duka. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :