Sempat Dihentikan Sementara, Bulog Kembali Distribusikan Raskin Di Kudus

Sempat Dihentikan Sementara, Bulog Kembali Distribusikan Raskin Di Kudus

Kudus, isknews.com – Sempat dihentikan sementara selama sebulan lebih, beras miskin (Raskin) kembali didistribusikan kepada 36.332 rumah tangga sasaran (RTS) yang tersebar di sembilan kecamatan di Kudus.

raskin kudus
Pendistribusian raskin yang sempat tertunda akhirnya kembali dilaksanakan dua kali pada bulan September 206. (ISK/MUKHLISIN)

Alasan penghentian sementara dikarenakan kualitas raskin yang dianggap oleh Bupati Kudus Musthofa tidak layak. Sebab beras yang selama ini beredar seperti menir (beras hancur). Selain itu, juga ditemukan raskin yang dijual kembali ke pedagang pasar, seperti yang ditemukan saat Bupati Musthofa melakukan sidak di Pasar Bitingan beberapa waktu lalu.

Wakil Kepala Bulog Sub Divre II Pati Refianto mengatakan, saat ini pendistribusian raskin di Kudus sudah kembali normal. Hal itu juga sudah disetujui Bupati Musthofa yang sempat meminta Bulog menunda penyaluran untuk bulan Agustus.

BACA JUGA :  Berapa Denda Jika Telat Buat Akta Kelahiran?

”Sesuai rencananya bulan ini akan disalurkan raskin dua kali, yakni pada pertengahan dan akhir bulan September. Karena pada bulan Agustus sempat tertunda, jadi disalurkan bulan ini juga untuk jatah raskin bulan lalu,” ujar Refianto kepada isknews.com, Kamis (15/9).

Dirinya menegaskan, apabila ditemukan raskin yang seperti menir dipersilakan untuk dikembalikan ke pihak desa, supaya dapat ditindaklanjuti Bulog. ”Kalau sudah dilaporkan nanti akan kami tinjau apabila memang benar kualitasnya jelek akan kita ganti,” imbuhnya.

Sementara untuk jumlah RTS, lanjutnya, masih sama seperti sebelumnya yaitu 36.332 KK dengan alokasi raskin satu kali pendistribusian 540 ton. ”Jadi total ada 1080 ton raskin yang akan dibagikan di Kudus dalam dua tahap pada bulan ini,” pungkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

2 Responses to "Sempat Dihentikan Sementara, Bulog Kembali Distribusikan Raskin Di Kudus"

Comments are closed.