Sempat Tembus 60 Ribu, Kini Harga Kencur Sudah Kembali Normal

oleh
Sempat Tembus 60 Ribu, Kini Harga Kencur Sudah Kembali Normal
Foto: Kencur di Pasar Bitingan Kudus, Senin (17-09-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pekan kemarin, harga kencur di sejumlah pasar di Kudus sempat menembus angka Rp. 60 ribu per kilogramnya. Namun, kini harganya sudah normal yakni berkisar antara Rp. 35 – 40 ribu perkilonya.

Sumirah, salah satu penjual kencur di Pasar Bitingan Kudus mengaku, awal September hingga pekan kemarin harga kencur sempat menembus harga Rp. 60 ribu per kilonya. Dia mengaku pasokan kencur yang menipis membuat harganya melambung tinggi.

Menurutnya, saat ini sebagian pasokan kencur digunakan untuk bibit. Mengingat, satu bulan sebelum musim penghujan merupakan waktu terbaik untuk bertanam kencur. Sehingga pasokan yang masuk ke pasar berkurang. Kurangnya jumlah pasokan kencur inilah yang membuat harganya melambung tinggi.

TRENDING :  DPRD Lamongan Kunjungi Pemkab Rembang Bahas Perencanaan Pembangunan Jalan

“Minggu kemarin harga kencur dari petani antara Rp 35 ribu sampai Rp. 50 ribu perkilonya. Tergantung kualitas dan jumlah barangnya. Dengan harga segitu, rasanya tidak salah jika harga kencur di pasar sampai Rp. 60 ribu perkilonya,” kata wanita 50 tahun tersebut.

Sumirah menegaskan, saat ini harga kencur sudah mengalami penurunan dan kembali ke harga normal yakni kisaran Rp. 35 ribu hingga Rp. 40 ribu perkilo. Diungkapkannya, kendati pasokan kencur yang masuk ke pasar belum bertambah banyak. Tetapi setidaknya kini harganya sudah kembali stabil.

TRENDING :  Perijinan Selesai, Dukuh Ngotoko Siap Digarap Oktober Mendatang

“Sebagian penjual kencur ada yang sudah menurunkan harga. Tetapi ada juga yang masih menjual dengan harga lama. Tergantung dia belinya kapan. Kalau kencur yang dijualnya stok kemarin, mungkin harga yang dipatoknya masih mahal,” tuturnya.

Tumini, salah satu penjual makanan yang isknews.com temui tengah membeli kencur di Pasar Bitingan mengaku kenaikan harga kencur pekan kemarin cukup berdampak pada cita rasa dagangannya.

TRENDING :  SMP 3 Kudus Academy Sabet Juara 1 Turnamen U15 Piala KONI Solo 2018

“Kalau kemarin saya memang mengurangi takaran penggunaan kencur. Karena harga di pasar sangat mahal. Dari segi rasanya memang berubah jadi kurang sedep. Tetapi kini harganya sudah normal dan saya sudah kembali menggunakan takaran seperti biasanya. Semoga harganya tidak naik lagi. Meskipun kencur bukan bahan pokok tetapi kenaikan harganya terasa bagi penjual makanan seperti saya,” ungkapnya. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :