Sentra Industri Jamu Gendong di Desa Kebowan Winong Pati

oleh
Foto: Jamu tradisional produksi anggota PKK Desa Kebowan, Winong menjadi produk unggulan Pati. (istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Setidaknya ada 30 lebih warga yang memproduksi jamu tradisional, sehingga tidak heran jika Desa Kebowan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, menjadi sentra industri jamu gendong.

“Kalau tiga puluh lebih lah, ibu-ibu yang bikin jamu tradisional. Ini sudah lama sekali ada di desa kami, meski sekarang ini sudah mulai agak berkurang jumlahnya,” ujar salah satu anggota TP PKK Desa Kebowan Siti Aminah, saat dihubungi, Kamis (12-04-2018).

TRENDING :  Upah Minimum Kabupaten Pati Masih Tarik Ulur

Ia mengurai, jamu yang diproduksi warga, seperti jamu kunir asam, asam jowo, kunyit, temu lawak, uyup-uyup, daun jati cina, daun sirih, paitan, kayu secang, daun sambiroto dan lain sebagainya.

“Untuk pemasaran, biasanya para ibu langsung memasarkannya sendiri dengan cara berkeliling. Di mana, untuk konsumennya beragam. Baik mulai dari anak-anak hingga dewasa,” tambahnya.

TRENDING :  Kampung Pelangi Kranggan Destinasi Wisata Muda Mudi

Untuk bahan baku, lanjut dia, warga tak perlu pergi ke luar desa, karena rata-rata mereka menanam sendiri di pekarangannya.

“Misalkan saja kencur, kunyit, temu lawak dan daun sirih, itu kan bisa didapatkan dari ladang sendiri atau di pekarangan rumah,” ungkapnya.

Jamu tradisional dari Kebowan, katanya, juga sudah cukup terkenal di luar desa. Sehingga, masyarakat yang ingin mengkonsumsi tidak ragu lagi.

“Jamu-jamu tradisional ini kan sangat bagus untuk kesehatan. Tidak ada bahan kimiannya, jadi ya memang recomended, jika ingin badan tetap fit,” tambah Siti.

TRENDING :  Lagi Asyik di Kamar Kos, Tiga Pasangan Tak Resmi Diamankan

Dengan keberadaan industri rumahan jamu tradisional tersebut, menurutnya bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Karena, dengan terjualnya jamu-jamu tersebut dapat menambah uang belanja yang dipergunakan untuk sehari-hari. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :