Sentuhan Grafiti, Jadikan Gang Sempit Ini Tampak Lebih Cantik

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Di tangan Komunitas Kudus Street Art gang sempit di Jalan Menur kini tampil lebih cantik. Kombinasi warna dan bentuk yang unik dari coretan-coretan dinding Gang Sentono, Nganguk itu mengundang decak kagum warga yang melintas.

Salah satunya adalah Ros, warga setempat yang kerap melintas di Gang Santono mengaku senang dengan penampilan yang sekarang. Menurutnya, dulu gang dengan lebar satu meter tersebut terlihat cukup menyeramkan.

“Gangnya sempit dengan panjang 100 meter, kanan-kirinya berupa tembok tinggi ditambah pencahayaan minim. Sehingga setiap kali lewat gang ini saat malam hari rasanya cukup menyeramkam,” katanya.

TRENDING :  Musda Ke-VIII Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jawa Tengah Dilaksanakan di Pati

Akan tetapi dengan adanya sentuhan grafiti pada dinding rumah warga di Gang Sentono, Rus mengaku kesan buruk itu seolah sirna. “Kalau menurut saya sekarang gangnnya terlihat lebih bagus dan jauh dari kata menyeramkan. Sehingga saat kita lewat bisa lebih nyaman. Dan ini juga bisa menjadi spot foto juga, bagus pokoknya,” terangnya.

Muhammad Danang Suryono, Ketua Kudus Street Art mengatakan kegiatan tersebut merupakan even tahunan yang diadakan oleh komunitasnya. Diungkapkannya, tawaran untuk menuangkan seni grafiti pada Gang Sentono muncul sejak lama, hanya saja keterbatasan waktu membuat komunitasnya baru bisa mengagendakannya pada Sabtu (11-08-2108).

TRENDING :  Tim Buru Sergap Tikus (BUSERTI) Desa Undaan Tengah Kec. Undaan Kudus

Mengusung tema The Next Level, puluhan seniman jalanan ini menyemprotkan cat pilox ke dinding hingga membentuk sebuah objek. Selain memperindah suasana gang, keberadaan grafiti ini juga menyampaikan suatu pesan bagi masyarakat.

“Kami memilih The Next Level sebagai tema kegiatan ini, secara internal kami berharap kegiatan ini mampu menjadi ajang untuk mengasah kemampuan teman-teman KSA. Kebetulan juga diikuti oleh teman-teman Street Art dari berbagai daerah seperti Jepara, Cilacap dan Semarang,” jelasnya.

Imbuh Danang, “Sehingga kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk memasuki cyrcle yang lebih luas. Untuk masyarakat sendiri, keberadaan objek dan tulisan ini tidak hanya untuk mempercantik gang. Tetapi juga bisa dinikmati dan diresapi maknanya.” (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :