Seorang Pemuda Warga Klumpit Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya

Seorang Pemuda Warga Klumpit Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya

Kudus, ISKNEWS.COM – Peristiwa gantung diri kembali terjadi di Kudus. Setelah sebelumnya seorang pria tua ditemukan gantung diri di rumahnya, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Senin (25/09/2017), kali ini terjadi di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog. Seorang pemuda umur 22 tahun ditemukan meninggal dunia gantung diri di rumahnya, Rabu (27/09/2017).

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kapolsek Gebog AKP Muhaimin menjelaskan, korban bunuh diri bernama Ahmad Yusro (22), warga Dukuh Modinan, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog. Korban ditemukan sudah tak bernyawa sekira pukul 13.30 WIB.

TRENDING :  Sugeng Ditemukan Gantung Diri Di Kamarnya

Muhaimin menuturkan, kronologi penemuan korban saat Siti Muflikah yang merupakan ibu kandung korban pulang kerja. Saat masuk rumah Muflikah sudah melihat anaknya dalam kondisi tergantung tali plastik yang terikat di kayu atap rumah.

Kaget melihat anaknya tergantung, kemudian Muflikah meminta tolong kepada salah satu tetangganya Jasmiah (50). “Karena sesama wanita dan memastikan kebenaran korban tergantung, mereka panik berteriak histeris,” ucapnya.

TRENDING :  Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Warga, Diduga Bunuh Diri

Warga sekitar yang mendengar ada teriakan minta tolong kemudian mendatangi lokasi. Warga memudian bergegas memotong tali plastik dan menurunkan korban yang sudah tidak bergerak.

“Korban tergantung di sebuah kayu balok di kamarnya setinggi 280 sentimeter,” imbuhnya.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil olah TKP bersama Inafis Polres Kudus dan pemeriksaan dari dokter Puskesmas Gribig dr Ruslan Hadi dinyatakan, tidak ditemukan tanda penganiayaaan. Untuk penyebab kepastian kematian korban belum bisa diismpulkan karena keluarga menolak otopsi.

TRENDING :  Diduga Frustasi, Kakek 80 Tahun Gantung Diri

“Keluarga korban menolak proses otopsi karena merasa tidak asa masalah sebelumnya,” tandas Muhaimin. Jenazah korban akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga disertai berita acara dan surat pernyataan penolakan otopsi. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post