Sepanjang 2017, Ada 2292 Kasus TB di Jepara

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Sepanjang tahun 2017, kasus Tuberkulosis (TB) di Jepara meningkat cukup signifikan. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, setidaknya ada 2292 kasus positif TB baru sepanjang tahun 2017. Temuan sebanyak ini dikarenakan terjadinya koordinasi lintas sektor dan terutama peran kader TB yang aktif dalam melakukan penjaringan TB. Hal ini disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di DKK Jepara M. Fakhrudin, saat audiensi dengan perwakilan Community TB HIV Care Asisyiyah Jepara, Senin (8/1/2018).

TRENDING :  Sosok Pahlawan Lingkungan yang Sering Terabaikan

Fakhrudin menyampaikan bahwa TB sangat mudah untuk menular dan butuh masa pengobatan yang lama dan mahal. Untuk itu, katanya, butuh dukungan penganggaran yang berkelanjutan karena prestasi ini berkat dukungan dana dari donor Global Fund (GF) kepada Aisyiyah Jepara pada tahun 2017. Sementara untuk tahun 2018 banyak anggaran kegiatan yang dipangkas dan diharapkan dapat dilanjutkan oleh Pemda.

“Selama ini penganggaran dalam kegiatan penanggulangan TB dirasa belum memadai, padahal permasalahan utama dalam program ini adalah minimnya edukasi masyarakat mengenai pencegahan dan ketidakpatuhan pengobatan TB,” katanya.

TRENDING :  Djati Sholechah : Kabar Loker Satpol PP Hoax

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyebut TB menjadi penyakit menular yang sangat berbahaya, terutama TB Multi Drug Resistance (MDR) atau TB kebal obat yang sangat mematikan. TB MDR butuh pengobaan selama 2 tahun dengan 8 bulan pertama dilakukan injeksi (suntikan) setiap hari kepada pasien. “TB sangat membahayakan, perlu perhatian yang serius,” ungkap Marzuqi.

“Payung hukum dan penganggaran untuk program penanggulangan TB perlu diperhatikan. Jika memang memungkinkan akan kita terbitkan Perbup penanggulangan TB. Akan kita konsultasikan dengan bagian hukum Pemda untuk membicarakan masalah ini,” tambahnya.

TRENDING :  Industri Menjelang Lebaran

Muhammad Arief selaku Koordinator Program Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Jepara mengatakan, kader TB menjadi kunci dalam upaya penjaringan TB di Jepara. “Butuh kegiatan pelatihan kader TB yang merata di seluruh kecamatan di Jepara, karena selama ini Aisyiyah Jepara hanya mampu mencakup 10 kecamatan di Jepara, masih ada 6 kecamatan yang belum terdapat kader TB Aisyiyah,” terangnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :