Sepekan, Polres Jepara Sita Ribuan Botol Miras

oleh

Jepara, ISKNEWS.COM – Peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten Jepara semakin menghawatirkan. Hal tersebut tercermin hasil operasi cipta kondisi yang dilakukan Polres Jepara selama sepekan. Sepanjang 13 Desember 2018 sampai 19 Desember 2018, Polres Jepara berhasil menyita ribuan botol miras berbagai merek. Juga ribuan liter ginseng oplosan. Kamis pagi (21-12-2018), barang bukti sitaan itu dimusnahkan di halaman belakang Mapolres Jepara. Pemusnahan dihadiri Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi beserta unsur Forkopimda, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Ketua Forum Kerukunan Antarumat Beragama (FKUB) Mashudi, para kepala perangkat daerah, serta pimpinan ormas.

Kabag Ops Polres Jepara Kompol Parno merinci, dalam operasi sepekan itu, barang bukti miras berbagai merek yang disita mencapai 8.157 botol. Sedangjan gingseng oplosan mencapai 4.556 liter. Barang itu disita dari 29 tersangka yang telah diproses dan disidangkan di Pengadilan Negeri Jepara.

Kapolres AKBP Arif Budiman mengatakan, miras yang dimusnahkan adalah hasil operasi penyakit masyarakat yang dilaksanakan serentak oleh jajaran Polsek dan Polres dengan cara menertibkan miras ilegal. Operasi ini dilakukan sebagai persiapan kepolisian untuk mendukung Operasi Lilin Candi 2018. Harapannya, masyarakat yang melaksanakan ibadah Natal dan liburan tahun baru,bisa melaksanakan dengan perasaaan tenang, nyaman, dan kondusif tanpa gangguan keamanan yang dikhawatirkan.

TRENDING :  Banyak Aksi Teror, Polres Jepara Tingkatkan Keamanan

Dia berharap, pelaksanaan Cipta Kondisi Operasi Pekat Miras ini mampu mendukung stabilitas Operasi Lilin Candi 2018.
“Operasi ini didukung hubungan dan kerja sama harmonis dengan semua pihak terkait. Saya harap ini terus ditingkatkan. Karena dengan hubungan dan kerja sama harmonis ini, laporan keberadaan miras bisa segera direspon kepolisian dan memberi rasa aman masyarakat,” katanya.

TRENDING :  Kesadaran Berkendara Aman Masih Rendah

Dia menyebut, informasi keberadaan dan peredaran miras yang telah dihimpun, akan digunakan untuk memutus mata rantai peredaran miras ilegal di Kabupaten Jepara. “Setiap 4 ribu liter miras yang kita musnahkan, berarti kita telah mengamankan 16 ribu warga Jepara dari bahaya peredaran minuman ini,” lanjutnya.

Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan apresiasinya kepada kepolisian atas hasil operasi ini. “Saya pikir ini luar biasa karena dalam 6 hari bisa mendapatkan ribuan botol. Tapi ini juga menjadi keprihatinan karena sampai hari ini masih ada warga Jepara yang tidak menyadari bahaya mengonsumsi minuman ini. Bahkan yang mengonsumsi sudah menyasar usia remaja,” kata Andi.
Menurutnya, meski sejarah miras sudah ada sejak zaman rasul, namun bukan berarti keberadaan miras ilegal ditoleransi. Dia meminta kerja sama pemberantasan miras antarberbagai elemen terus ditingkatkan. Pada sisi lain, dia meminta toleransi beragama juga.

TRENDING :  Rekapitulasi Suara di KPU Diwarnai Aksi Demo

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jepara Doktor Kiai Mashudi meminta Polres dan Satpol BB tidak pernah bosan melakukan operasi. “Meskipun selama ada kehidupan miras selalu ada,” kata dia.

FKUB dan MUI siap mendukung kerja keras berbagai elemen keamanan dalam upaya meminimalisir miniman keras.
Mashudi juga mengusulkan agar perda miras ditinjau kembali. Dia menggariskan perlunya
memperberat hukuman sehingga menimbulkan efek jera. (ZA/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :