Sepi Peminat Harga Daging Sapi Stabil Jelang Ramadhan

oleh
Foto: Meski harga ayam potong naik jelang ramadhan tetapi masih jadi pilihan utama, dibanding daging sapi. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, sejumlah kebutuhan pokok masyarakat mulai mengalami kenaikan harga. Namun tidak demikian dengan harga daging sapi di pasar Rogowangsan Pati yang cenderung stabil. Akan tetapi untuk komoditi daging ayam potong mengalami sedikin kenaikan harga.

Sepertinya sudah menjadi tradisi disaat memasuki awal Ramadhan, yaitu naikkanya sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di pasaran. Akan tetapi sampai saat ini harga daging sapi di pasar Rogowangsan Pati tidak mengalami kenaikan, justru daging ayam potong harganya mulai merangkak naik.

TRENDING :  ​Koramil Juwana dan Tiga Komunitas Bagikan 1000 Takjil

Kenaikan harga daging ayam potong ini berkisar pada harga Rp. 32 ribu perkilogram, padahal sebelumnya hanya Rp. 28 ribu perkilogramnya. Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Rogowangsan, Jumisih menuturkan kenaikan harga ayam potong saat ini masih dinilai stabil.

TRENDING :  Duta Wisata Pati Yang Bercita-cita Jadi Pramugari
Foto: Meski harga ayam potong naik jelang ramadhan tetapi masih jadi pilihan utama, dibanding daging sapi. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

“Masih bisa dikatakan stabil. Soalnya kenaikan harga ayam potong hanya berkisar dua ribu sampai tiga ribu rupiah perkilogramnya. Tapi biasanya pada pertengahan puasa akan naik lagi harganya,” tutur Jumisih, Jum at (11-05-2018).

Meski mengalami kenaikan, imbuhnya, masyarakat lebih memilih membeli ayam potong ketimbang daging sapi.

Sementara, pedagang daging sapi di pasar yang sama, Arumi mengaku minat pembeli akan daging sapi terbilang menurun. Padahal tidak ada kenaikan harga untuk daging sapi, bahkan cenderung stabil yaitu Rp. 100 ribu per kilogram.

TRENDING :  Bupati Pati,Haryanto Tutup TMMD Mintomulyo

“Harga daging sapi masih tetap seperti tahun sebelumnya, perkilogram Rp. 100 ribu. Ndak ada kenaikan. Peminatnya sepi, mas. Padahal sudah banyak belanjaan yang harganya naik,” pungkas Arumi. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :