Sering Sakit, Kakek 75 Tahun Nekad Gantung Diri

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Entah apa yang ada dibenak Kadarmanto, kakek berusia 75 tahun, warga RT 7 RW 1 Desa Pulodarat Kecamatan Pecangaan. Kadarmanto nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam rumahnya. Korban gantung diri lantaran diduga sering sakit dan terhimpit masalah ekonomi. Kadarmanto ditemukan tetangganya tergantung dirumahnya pada Rabu (19/4/2017) malam sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban pertama kali diketahui oleh Sri Sumarni,(39) dan Titik Istiana, (28) tetangganya. Awalnya kedua saksi sekira pukul 18.15 WIB atau sehabis maghrib melihat rumah korban dalam kondisi gelap. Kemudian kedua saksi mengambil senter dan disorotkan kedalam rumah, pintu dalam keadaan terbuka separo. Kedua saksi melihat korban sudah tergantung  dengan sebuah tali tampar warna biru dan posisi badan muka menghadap kearah selatan, sedangkan rumah korban menghadap ke utara.

TRENDING :  Aliansi Muslim Kudus Gelar Aksi Peduli Muslim Uighur

“Setelah melihat korban tergantung, selanjutnya kedua saksi berteriak minta tolong ke warga. Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut ke petinggi Desa Pulodarat dan diteruskan ke polisi,” kata AKP Bajuri, Kapolsek Pecangaan.

TRENDING :  Terbenam Dalam Lumpur Sawah, Warga Tanjungrejo Ditemukan Tewas

Setelah mendapati laporan, aparat kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk mengecek dan mengamankan TKP. Selain itu juga memeriksa saksi-saksi serta berkoordinasi dengan dokter Puskesmas Pecangaan dan INAFIS Polres Jepara.

Berdasarkan pemeriksaan dokter Zuni Ulfah dari Puskesmas Pecangaan, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Meninggalnya korban murni karena gagal nafas akibat gantung diri. Di leher korban, terdapat jerat melingkar ukuran 13 cm, serta terdapat luka lecet dikaki sebelah kanan dan ada luka memar di janggut kena simpul tali. Diperkirakan korban meninggal dunia lebih dari 4 jam dari saat penemuan, hal ini lantaran, saat dievakuasi tubuh korban juga sudah kaku.

TRENDING :  Selamanya Kita Tetap Bersaudara, Menjadi Motto Dalam Halal Bihalal dan Temu Sahabat, di Keluarga PR Sukun

Menurut keterangan dari tetangganya, sebelumnya korban sering mengalami sakit kepala pusing akibat beban ekonomi. Di dalam rumah juga ditemukan obat sakit kepala. “Berdasarkan informasi, korban hidup seorang diri dirumahnya dan sudah ditinggalkan anak dan saudaranya,” pungkasnya.(ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*