Setrokalangan Kudus, Tempat Pertempuran Gondho Lumayu

oleh
Foto: Balai Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Rabu (23-05-2018). (Nila Niswatul Chusana/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – “Desa Setrokalangan, pada zaman dahulu merupakan tempat pertempuran gondho lumayu,” kalimat yang pertama kali diucapkan Sekertaris Desa Setrokalangan, Chamdi, saat isknews.com menanyakan asal usul salah satu desa tersebut.

Desa yang terletak di kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus ini, menurut cerita sesepuh desa setempat, zaman dahulu digunakan sebagai sebuah tempat pertempuran perebutan wilayah kekuasaan oleh beberapa pemangku daerah.

Menurut Chamdi, pertempuran tersebut terjadi sebelum berdirinya kerajaan Mataram Islam di Demak. Karena pada zaman kerajaan Mataram Islam, di Setrokalangan sudah berdiri permukiman penduduk. Bahkan Chamdi mengungkapkan bahwa orang Setrokalangan pada masa itu banyak yang telah bekerja atau mengabdikan diri di kerajaan Demak.

TRENDING :  Resmi, Pemdes Karangwono Miliki Tujuh Pejabat Baru

“Berdasarkan keterangan sesepuh desa Setrokalangan yang saya himpun pada tahun 2013. Keterangan yang mereka ungkapkan memiliki banyak versi. Namun intinya mengarah pada satu kesimpulan yakni Setrokalangan merupakan tempat pertempuran gondho lumayu,” katanya pada isknews.com, Rabu (23-05-2018).

TRENDING :  Kades : Pengisian Perangkat Pamotan Di Jamin 1000 Persen Murni

Chamdi menjelaskan pertempuran yang disebabkan adanya perebutan wilayah kekuasaan oleh beberapa pemangku daerah setempat pada waktu itu. Dahsyatnya pertempuran yang terjadi waktu itu, hingga mengakibatkan banyak korban jiwa.

Banyaknya orang yang gugur dalam pertempuran itu, membuat daerah Setrokalangan banyak didapati mayat bergelempangan. Mayat-mayat tersebut tidak terurus hingga menimbulkan bau tidak sedap yang sangat mengganggu. Bau tersebut oleh masyarakat sekitar disebut gondho lumayu.

TRENDING :  Pati Masuk Nominasi Tiga Besar Lomba Gotong Royong Tingkat Jawa Tengah

“Gondho adalah bau dan lumayu berarti mayat atau orang yang gugur dipertempuran,” ujarnya. Bergulirnya waktu, kisah itu diabadikan sebagai nama desa tersebut. Dari kisah itu, masyarakat menyebut daerah itu dengan sebutan Setrokalangan.

“Dimana Setro berarti tempat pertempuran, sedangkan kalangan diartikan sebagai wadah atau daerah. Sehingga secara keseluruhan, Setrokalangan dapat diartikan sebagai daerah tempat pertempuran,” pungkas Chamdi. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :